- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Tes Kemampuan Akademik Bakal Dijadikan Komponen Jalur Prestasi PPDB di Pekalongan

Keterangan Gambar : Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diselenggarakan SMP Salafiyah Kota Pekalongan, baru-baru ini. Dok. Dinkominfo Kota Pekalongan
Kota Pekalongan, infojateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan segera menjadikan nilai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen nilai jalur prestasi, di dalam sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun 2026.
Kepala Dinas
Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan, kebijakan ini merupakan
tindak lanjut dari arahan dari Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, yakni
penerapan TKA bagi siswa jenjang SD dan SMP.
Meski tidak
bersifat wajib, hasil TKA dinilai memiliki peran strategis dalam memetakan
kemampuan akademik siswa secara lebih terukur.
Baca Lainnya :
- Pemprov Jateng Dorong Pembahasan Raperda Garis Sempadan0
- PKB Jepara Gelar Muscab, Bisa Berikan Kontribusi Pembangunan Daerah0
- Gubernur Luthfi Minta Kadin Keroyokan Tekan Kemiskinan Ekstrim di Jateng0
- Peternakan Sapi Perah Terbesar Kapasitas 30 Ribu Ekor Bakal Dibangun di Jateng 0
- Gubernur Luthfi Tekankan Kolaborasi DPRD dan Pemda untuk Percepat Pembangunan0
“TKA ini
semacam ujian nasional, tetapi sifatnya tidak wajib. Hasil dari TKA tersebut
menjadi salah satu komponen yang dipertimbangkan dalam seleksi masuk ke jenjang
berikutnya melalui jalur prestasi,” terang Mabruri saat ditemui, baru-baru ini.
Ia menjelaskan,
selama ini, jalur prestasi menitikberatkan capaian nonakademik, seperti
kejuaraan lomba atau piagam penghargaan. Dengan adanya TKA, kemampuan akademik
siswa kini juga mendapatkan porsi penilaian yang lebih jelas dan terstandar.
“Di dalam
juknis SPMB yang kami susun, jalur prestasi tidak hanya melihat satu aspek
saja. Kami mengakomodasi berbagai komponen, mulai dari nilai rapor, prestasi
nonakademik seperti piagam, hingga sertifikat hasil TKA. Ini menjadi bentuk
penilaian yang lebih komprehensif terhadap kemampuan siswa,” imbuhnya.
Mabruri
menambahkan, kebijakan ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk tidak hanya
berprestasi di bidang nonakademik, tetapi juga meningkatkan kemampuan
akademiknya.
Dengan
demikian, keseimbangan antara keduanya dapat tercapai, sekaligus menciptakan
generasi pelajar yang unggul secara menyeluruh.
Selain itu,
data hasil tes yang terstandar menjadi salah satu indikator yang lebih objektif
dalam menilai kemampuan siswa dibandingkan hanya mengandalkan dokumen
administratif semata.
“Kami ingin
proses PPDB ini benar-benar adil dan transparan. Dengan adanya nilai TKA, kita
punya instrumen tambahan yang bisa dipertanggungjawabkan secara akademik. Ini
penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.
Lebih
lanjut, Dindik Kota Pekalongan berkomitmen memberikan pemahaman yang utuh agar
tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaan PPDB tahun ini.
Dengan
diterapkannya kebijakan ini, pihaknya berharap agar proses seleksi PPDB dapat
berjalan lebih optimal, sekaligus memberikan kesempatan yang lebih luas bagi
siswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, untuk
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Langkah ini
juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan
nasional di sektor pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang
kompetitif dan siap menghadapi tantangan di masa depan,” tandasnya. (eko/redaksi)











