SEMARANG, infojateng.id – Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Jawa Tengah menggelar kegiatan Kemah Rohis Virtual (KRV) III tingkat SMA/SMK se-Jawa Tengah. Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah (Kemenag Jateng) membuka kegiatan yang diikuti sekitar 1000 siswa dari SMA/SMK sederajat di Provinsi Jawa Tengah secara langsung melalui zoom meeting.
Dalam sambutanya, ia mengungkapkan bahwa Indonesia bisa merdeka sejak 76 tahun yang lalu bukan tanpa melalui rintangan, tantangan, dan hambatan. Hambatan yang terjadi di setiap masa tentunya berbeda, namun yang terpenting adalah bagaimana cara kita bisa bertahan dan mempertahankan tujuan bangsa.
Ia menambahkan bahwa di era keterbukaan informasi seperti sekarang, hampir segala bentuk informasi bisa kita dapatkan dengan mudah, termasuk informasi atau ilmu tentang keagamaan. Sayangnya, ketika menyangkut soal agama, banyak yang gagal paham dalam memahami keseluruhan makna yang dimaksud dan kemudian menyebabkan adanya perpecahan antar umat beragama.
Musta’in Ahmad mengajak kepada para peserta KRV III untuk terus berusaha untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Indonesia yang mempunyai semboyan “Bhineka Tunggal Ika” bisa terganggu suasana kerukunannya karena semua orang merasa benar dan kemudian setelah merasa benar diiringi perilaku-perilaku yang berlebihan.
“Merasa benar itu harus, tetapi kalau kemudian men-cap yang lain pasti salah dan karena salah maka harus disingkirkan, ini perilaku yang tidak baik,” tegasnya.
Acara KRV III yang diselenggarakan selama tiga hari (21-23/12) Musta’in Ahmad memberikan apresiasi dan harapannya kepada panitia dan peserta.
“Terima kasih kepada hadirin dan para guru PAI SMA/SMK khususnya. Melalui Asosiasi Guru PAI ini, mari kita terus membimbing anak-anak kita, bersemangatlah bersama guru-guru kita, jadikan beliau-beliau itu sebagai tempat untuk bertanya tempat untuk berdiskusi. Teman-teman guru, lindungi anak-anak kita, bimbinglah anak-anak kita dalam suasana yang aman nyaman sehingga kemudian potensi besar yang kita miliki bisa berbuah menjadi prestasi sehingga kita bisa benar-benar memimpin dunia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial,” pungkasnya.
Sementara itu, untuk peserta Kemah Rohis Ketua Panitia Kemah Rohis, Ahmad Fadlol menjelaskan berasal dari peserta didik pada jenjang SMA dan SMK Kab/Kota Jawa Tengah dengan didampingi dari DPD AGPAII, MGMP PAI SMA, dan SMK Kab/Kota se-Jawa Tengah.
“Alhamdulilah dalam pengamatan panitia sampai sekarang pesertanya sangat antusias dan semangat untuk mengikuti kemah rohis virtual III,” terangnya.(nanang qosim/redaksi)