Penantian Panjang Para Guru Honorer Akhirnya Membuahkan Hasil

infojateng.id - 11 Desember 2025
Penantian Panjang Para Guru Honorer Akhirnya Membuahkan Hasil
Pemprov Jawa Tengah resmi mengangkat para pegawai honorer sebagai PPPK Paruh Waktu di Stadion Jatidiri Kota Semarang, Kamis (11/12/2025).  - (infojateng.id)
|
Editor

Semarang, infojateng.id – Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti para pegawai honorer setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah resmi mengangkat mereka sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

Kebijakan ini menjadi titik balik bagi belasan ribu honorer, terutama guru dan tenaga pendidik yang selama bertahun-tahun mengabdi dalam keterbatasan tanpa kepastian status. Bahkan ada yang sampai belasan tahun.

Acara yang berlangsung di Stadion Jatidiri Kota Semarang pada Kamis (11/12/2025) itu, ditandai dengan penandatanganan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan perwakilan pegawai honorer.

Akhirnya sah, sebanyak 13.111 honorer ditetapkan sebagai PPPK Paruh Waktu. Hadir pula Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional 1 Yogyakarta turut menyaksikan momentum besar tersebut.

Salah satu yang merasakan kebahagiaan mendalam adalah Feni Ekomawati, seorang guru asal Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, yang memulai perjalanan mengajarnya pada 2017 di sebuah SMK swasta di Kabupaten Pati.

Saat itu, ia bersemangat mengajar tanpa melihat besarnya honor yang diterima.

Pada 2021, ia mengikuti seleksi PPPK dan dinyatakan lolos. Namun formasi saat itu tidak tersedia sehingga harus menunggu. Berlanjut di tahun berikutnya, situasi belum berubah.

“Kami bersama rekan-rekan yang lain melakukan berbagai upaya. Mulai audiensi, aksi damai di 2023 dan 2024, hingga aksi lanjutan di Jakarta pada Agustus 2025. Kami hanya ingin dihargai. Kami punya keluarga untuk dinafkahi, tapi kami tetap memilih mengabdi demi murid-murid kami,” kata Feni.

Mimpi itu pun akhirnya terwujud, setelah Pemprov Jawa Tengah akhirnya mengumumkan pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Feni tak kuasa menahan rasa haru sekaligus bahagia.

“Walaupun paruh waktu, kami sangat bersyukur. Penantian kami akhirnya terjawab,” ujar Feni yang kini ditempatkan mengajar di SMA Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Demak.

Kebahagiaan serupa dirasakan Supriadi, guru PPKn yang telah 15 tahun mengabdi di SMK Al-Ma’arif Demak. Ia pernah tiga kali mencoba CPNS, namun gagal.

Pada seleksi PPPK 2021, namun saat itu penempatan tidak muncul karena regulasi dan formasi belum dibuka.

“Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan. Tapi saya tetap bertahan karena mengajar adalah panggilan,” ungkapnya.

Kini, berkat kebijakan Pemprov Jawa Tengah, Supriadi resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak.

“Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga ke depan bisa meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS,” harapnya.

Para guru tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Jawa Tengah, terutama kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang dinilai telah memberi perhatian nyata bagi kesejahteraan guru honorer.

“Terima kasih, Pemprov Jateng akhirnya memperhatikan kami,” ungkapnya.

Dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, semangat para guru untuk mendidik semakin meningkat.

Mereka yakin langkah ini adalah bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, di mana kualitas sumber daya manusia lahir dari ketulusan pendidik yang kini merasa dihargai.

“Ya semakin bersemangat mengabdi, terutama turut serta mewujudkan Indonesia Emas 1945,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah sebagai daerah dengan pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia.

Setelah pengangkatan tersebut, total ASN di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK, dan tambahan PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK.

Ahmad Luthfi menegaskan, SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kepercayaan negara yang harus dijaga.

“SK ini harus jadi motivasi dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai hasil jerih payah dan kesabaran pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin nanti,” tandasnya. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Dua Hari, Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Dua Hari, Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Tim Dokkes Polres Purbalingga Periksa Kesehatan Warga Terdampak Bencana Door to Door

Tim Dokkes Polres Purbalingga Periksa Kesehatan Warga Terdampak Bencana Door to Door

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Kesehatan
Peringati HGN, SPPG Karangasem Selatan Terapkan Varian Menu Berkecukupan Gizi

Peringati HGN, SPPG Karangasem Selatan Terapkan Varian Menu Berkecukupan Gizi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Anak Terdampak Longsor Diminta Tetap Belajar Meski Sekolah Ditutup

Anak Terdampak Longsor Diminta Tetap Belajar Meski Sekolah Ditutup

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polresta Pati Siapkan Fasilitas Pemeriksaan Saksi untuk Penyidik KPK

Polresta Pati Siapkan Fasilitas Pemeriksaan Saksi untuk Penyidik KPK

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Atlet Para Jateng Sumbang 116 Medali di ASEAN Para Games 13 Thailand

Atlet Para Jateng Sumbang 116 Medali di ASEAN Para Games 13 Thailand

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Olahraga
Bupati Faiz Instruksikan Penanganan Darurat Longsor di Jembatan Kemligi

Bupati Faiz Instruksikan Penanganan Darurat Longsor di Jembatan Kemligi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Bidkum Polda Jateng Sosialisasikan KUHP Baru di Polres Wonogiri

Bidkum Polda Jateng Sosialisasikan KUHP Baru di Polres Wonogiri

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
24 Rumah Terdampak Bencana di Jepara Dapat Bantuan RTLH BTT

24 Rumah Terdampak Bencana di Jepara Dapat Bantuan RTLH BTT

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Empat Pemda di Pantura Komitmen Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi

Empat Pemda di Pantura Komitmen Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemprov Jateng akan Tutup Bukit Mongkrang Selama Ramadan 

Pemprov Jateng akan Tutup Bukit Mongkrang Selama Ramadan 

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pemkab Batang Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pranten

Pemkab Batang Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pranten

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
DLHK Jateng Ungkap Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet

DLHK Jateng Ungkap Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
17 KK Terdampak Longsor Cibeunying Mulai Tempati Huntara

17 KK Terdampak Longsor Cibeunying Mulai Tempati Huntara

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama Pengelolaan Sampah

Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama Pengelolaan Sampah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Longsor di Lereng Gunung Slamet Dipicu Hujan Ekstrem

Longsor di Lereng Gunung Slamet Dipicu Hujan Ekstrem

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Rehabilitasi Jalan Getas – Singorojo Diapresiasi warga

Rehabilitasi Jalan Getas – Singorojo Diapresiasi warga

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Pemkab Rembang Raih Penghargaan UHC Prioritas

Pemkab Rembang Raih Penghargaan UHC Prioritas

Info Jateng   Laporan Khusus
SMKN 1 Kendal Perkenalkan Proyek Entrepreneur

SMKN 1 Kendal Perkenalkan Proyek Entrepreneur

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Bupati Ngantor di Desa Rajekwesi, Fokus Pengembangan Wisata dan Perbaikan Jalan

Bupati Ngantor di Desa Rajekwesi, Fokus Pengembangan Wisata dan Perbaikan Jalan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X