Jepara, infojateng.id – Setelah lama bergantung pada transportasi sewa berbiaya tinggi, masyarakat Karimunjawa kini menikmati layanan Bus DAMRI berbiaya terjangkau.
Peresmian layanan tersebut dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen di Pelabuhan Legon Bajak, Kabupaten Jepara, Selasa (13/1/2026).
Bagi Ahmad Luthfi, konektivitas merupakan faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di wilayah terluar seperti Karimunjawa.
Mobilitas orang dan barang, menurutnya, menjadi indikator penting berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat.
“Konektivitas masyarakat itu sangat kita perlukan. Bergeraknya orang dan barang menentukan pertumbuhan ekonomi. Hari ini kendaraan darat masuk ke wilayah terluar kita, khususnya Karimunjawa, bahkan sampai ke pelabuhan ini,” ujar Ahmad Luthfi dalam sambutannya.
Disampaikan, kehadiran Bus DAMRI Karimunjawa merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota.
Layanan tersebut diharapkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Tidak ada lagi masyarakat kita, di mana pun berada, yang tidak diperhatikan atau kita tinggalkan. Semuanya harus kita layani,” tegasnya.
Ahmad Luthfi juga meminta agar layanan angkutan perintis tersebut dirawat dan dievaluasi secara berkala, serta dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat agar dikenal luas wisatawan.
“Dengan konektivitas yang semakin baik, Karimunjawa akan semakin kuat posisinya sebagai ikon nasional, bahkan internasional, sekaligus menjadi penggerak ekonomi Jawa Tengah,” katanya.
Area Manager 2 DAMRI, Sumali, mengatakan, pengoperasian Bus DAMRI Karimunjawa merupakan bentuk penugasan sekaligus komitmen DAMRI dalam menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat kepulauan.
“Angkutan perintis Karimunjawa ini adalah wujud komitmen kami untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, terutama di daerah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai,” ujar Sumali.
Menurutnya, sebaran titik layanan yang menghubungkan pelabuhan, bandara, hingga desa-desa akan memudahkan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
Akses transportasi yang lebih baik diyakini dapat meningkatkan pergerakan orang dan barang, serta berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Sementara Bupati Jepara Witiarso Utomo, menyambut positif kehadiran layanan tersebut.
Witiarso menyebut, Bus DAMRI Karimunjawa sebagai solusi atas mahalnya biaya transportasi yang selama ini menjadi keluhan warga.
“Sebelumnya masyarakat harus menyewa kendaraan dengan biaya hingga ratusan ribu rupiah. Dengan tarif Rp 7.000, layanan ini tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ujar Witiarso.
Ia menambahkan, pada tahap awal, layanan Bus DAMRI diprioritaskan untuk kebutuhan mobilitas warga Karimunjawa. Pemanfaatan untuk sektor pariwisata akan dievaluasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan benturan kepentingan.
Sebagai informasi, Bus DAMRI Karimunjawa merupakan angkutan perintis yang melayani rute Pelabuhan Karimunjawa-Bandara Dewadaru-Desa Kemujan-Pelabuhan Legon Bajak (PP).
Adapun panjang rutenya sekitar 55 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 90 menit. Rute tersebut melintasi sejumlah permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa dan Kemujan.
Sebanyak empat unit minibus DAMRI tipe elf dioperasikan, dengan satu unit cadangan. Masing-masing bus berkapasitas 15-19 penumpang dan melayani hingga delapan perjalanan per hari.
Layanan beroperasi pukul 05.00-16.30 dengan tarif Rp 7.000 per penumpang, dan direncanakan berjalan selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2026. (eko/redaksi)