Batang, infojateng.id – Angka kemiskinan di Kabupaten Batang menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2025.
Persentase penduduk miskin pada 2025 tercatat sebesar 7,79 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 8,73 persen dan tahun 2023 sebesar 8,92 persen.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Batang Heni Djumadi, dalam rapat koordinasi terkait Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Aula Bupati Batang setempat, Selasa (13/1/2026).
Dijelaskannya, penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Batang tidak terlepas dari meningkatnya penyerapan tenaga kerja.
Salah satu faktor pendorongnya adalah Program Dapat Kerja (Daker) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang untuk memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.
Djumadi memaparkan, berdasarkan data BPS, jumlah penduduk usia kerja di Kabupaten Batang yang berusia di atas 15 tahun mencapai 653.735 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 482.846 orang tercatat telah bekerja, sementara jumlah pengangguran berada di angka 25.796 orang.
“Selama periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025, penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Batang mencapai sekitar 8.200 orang,” jelas Djumadi.
Selain itu, proporsi penduduk yang bekerja di sektor formal juga mengalami peningkatan.
Kondisi ini terutama didorong oleh bertambahnya pekerja dengan status buruh, karyawan, dan pegawai yang mencapai 38,34 persen.
“Sementara itu, penduduk yang bekerja dengan status berusaha sendiri atau berwirausaha menempati posisi kedua dengan persentase sebesar 23,23 persen,” terangnya.
Ia menambahkan, mayoritas penduduk yang bekerja di Kabupaten Batang merupakan lulusan pendidikan menengah ke bawah.
Sebaliknya, tingkat pengangguran justru lebih banyak berasal dari kelompok penduduk berpendidikan tinggi.
“Data tersebut, menjadi dasar penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Batang,” tandasnya. (eko.redaksi)