BPJS Kesehatan Mendadak Terputus Saat Hendak Transfusi Darah

infojateng.id - 14 Januari 2026
BPJS Kesehatan Mendadak Terputus Saat Hendak Transfusi Darah
Salah satu pasien talasamia saat melakukan transfusi darah di RSUD Batang, Selasa (13/1/2026). Dok. Diskominfo Batang - ()
|
Editor

Batang, infojateng.id – Mundurnya UHC prioritas BPJS Kesehatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyisakan cerita pilu di lorong-lorong rumah sakit.

Di balik angka-angka efisiensi anggaran, terungkap fakta adanya pasien penyakit kronis termasuk anak-anak penderita Talasemia yang kepesertaan BPJS-nya terputus tiba-tiba akibat pergeseran data.

Bagi keluarga kurang mampu, kabar ini seperti petir di siang bolong. Mereka terpaksa merogoh kocek ratusan ribu rupiah demi mengaktifkan kembali kartu sakti tersebut agar pengobatan tetap berjalan.

Salah satu potret nyata dialami oleh Friantika, pasien Talasemia asal Desa Toso, Kecamatan Bandar.

Saat hendak menjalani transfusi rutin di RSUD Batang, keluarganya mendapati status kepesertaannya nonaktif.

Orang tuanya harus mondar-mandir ke kantor BPJS Kesehatan dan membayar sekitar Rp150 ribu agar buah hatinya bisa segera ditangani.

Nasib serupa menimpa Nofa Irawan dan Rizki Nurhidayat, warga Desa Sidoharjo, Kecamatan Bawang. Saat nyawa bergantung pada tetesan darah di RSUD Limpung, BPJS mereka justru macet.

Keduanya pun disarankan melakukan aktivasi mandiri selama satu bulan sebelum nantinya didaftarkan kembali ke kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pemkab Batang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang Ida Susilaksmi mengatakan, blak-blakan mengenai kondisi keuangan daerah.

“Pada tahun 2025, Pemkab masih mampu mengover 193 ribu jiwa dengan anggaran Rp60,1 miliar. Namun, memasuki tahun 2026, ikat pinggang harus ditarik lebih kencang,” kata Ida saat ditemui di Dinkes Batang, Selasa (13/1/2026).

Untuk memenuhi UHC Prioritas tahun ini sebetulnya kami membutuhkan anggaran sebesar Rp83 miliar, namun karena anggaran yang tersedia Rp 48 miliar, maka hanya 60.850 jiwa sebagai PBI APBD.

“Penyusutan kuota ini membuat layanan kesehatan gratis kini hanya benar-benar diprioritaskan bagi masyarakat miskin ekstrem (desil satu sampai lima),” jelasnya.

Meski begitu, Ida menyebut tetap ada katup penyelamat berupa kuota darurat sebanyak 850 jiwa per bulan.

Menanggapi kegaduhan ini, Bupati Batang M. faiz Kurniawan menegaskan, bahwa prinsip utama UHC adalah kontinuitas layanan, terutama bagi mereka yang membutuhkan kontrol rutin.

“Jangan sampai yang sedang dalam proses kontrol itu terputus. Karena datanya ratusan ribu, bisa jadi ada yang miss. Segera lapor ke Dinas Kesehatan, Insyaallah akan langsung tetap dilayani karena PBI ini prioritasnya adalah desil satu sampai lima,” tegas bupati.

Bupati meminta warga yang memiliki penyakit kronis untuk tidak panik dan segera melapor jika menemukan kendala aktivasi.

Jika memang harus membayar secara mandiri di awal karena kendala sistem, ia meminta warga segera berkoordinasi dengan Dinkes untuk solusi lebih lanjut bersama UPZ.

“Dinkes Batang memberikan secercah harapan. Kepesertaan bisa “dihidupkan” kembali selama masuk dalam kelompok desil 1-5 atau memiliki kondisi medis khusus,” ungkapnya.

Apabila tidak terdata namun secara riil tidak mampu, warga bisa menggunakan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) dari kepala desa.

“Bagi mereka yang memilih pindah ke jalur Mandiri pada bulan Januari 2026 ini, pemerintah memberikan dispensasi khusus: kartu bisa langsung aktif tanpa harus menunggu masa verifikasi 14 hari,” pungkasnya. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Membangun Desa, Mengaktifkan Potensi Desa

Membangun Desa, Mengaktifkan Potensi Desa

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Dealer Gunung Muria Kudus Digugat Konsumen, Diduga Abaikan Hak Pembeli

Dealer Gunung Muria Kudus Digugat Konsumen, Diduga Abaikan Hak Pembeli

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Laporan Khusus
Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes

Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
PAD Pekalongan Lampaui Target, Capai Rp306,93 Miliar

PAD Pekalongan Lampaui Target, Capai Rp306,93 Miliar

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemerintahan
Bupati Kudus Pastikan Penanganan Cepat Bencana Banjir

Bupati Kudus Pastikan Penanganan Cepat Bencana Banjir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Puluhan SMP Negeri di Demak Dapat Penguatan Akses Internet

Puluhan SMP Negeri di Demak Dapat Penguatan Akses Internet

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pendidikan
Resmi Beroperasi, Pos Damkar Sedan Percepat Penanganan Kebakaran Wilayah Rembang Timur

Resmi Beroperasi, Pos Damkar Sedan Percepat Penanganan Kebakaran Wilayah Rembang Timur

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Menteri Desa PDT Ngopi Bareng PAPDESI di Deswita Banyuanyar

Menteri Desa PDT Ngopi Bareng PAPDESI di Deswita Banyuanyar

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Puluhan Peserta Meriahkan Ajang Pesokab IV Boyolali

Puluhan Peserta Meriahkan Ajang Pesokab IV Boyolali

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Olahraga
Kuatkan Kepemimpinan Santri Tazakka Berbasis Alquran Melalui Rannah Festival

Kuatkan Kepemimpinan Santri Tazakka Berbasis Alquran Melalui Rannah Festival

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
BPJS Kesehatan Mendadak Terputus Saat Hendak Transfusi Darah

BPJS Kesehatan Mendadak Terputus Saat Hendak Transfusi Darah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Kesehatan
Penerima Beasiswa Harus Jadi Pioner dan Teladan

Penerima Beasiswa Harus Jadi Pioner dan Teladan

Info Jateng   Pendidikan
Gandeng Dosen Undip, SMAN 1 Bandar Gelar Workshop Parenting

Gandeng Dosen Undip, SMAN 1 Bandar Gelar Workshop Parenting

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pendidikan
Ratusan Pelajar Tampilkan Javanese Festival, Perkuat Budaya Jawa

Ratusan Pelajar Tampilkan Javanese Festival, Perkuat Budaya Jawa

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Seni & Budaya
2025, Angka Kemiskinan di Batang Alami Penurunan Sebesar 7,79 Persen

2025, Angka Kemiskinan di Batang Alami Penurunan Sebesar 7,79 Persen

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
BPBD Batang Terus Edukasi Warga Pranten, Ini Tujuannya

BPBD Batang Terus Edukasi Warga Pranten, Ini Tujuannya

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Gus Yasin: Penanganan Banjir Kudus, Pati, dan Jepara Perlu Rekayasa Cuaca

Gus Yasin: Penanganan Banjir Kudus, Pati, dan Jepara Perlu Rekayasa Cuaca

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Terdampak Longsor, Pemprov Jateng Bakal Alokasikan Rp10 Miliar untuk Rehabilitasi Wisata Colo

Terdampak Longsor, Pemprov Jateng Bakal Alokasikan Rp10 Miliar untuk Rehabilitasi Wisata Colo

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Permudah Mobilitas Warga, 5 Unit Angkutan Perintis Karimunjawa Diluncurkan

Permudah Mobilitas Warga, 5 Unit Angkutan Perintis Karimunjawa Diluncurkan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Alsintan Rp 7,7 Miliar Dongkrak Produktivitas Pertanian 12 Kecamatan di Jepara

Alsintan Rp 7,7 Miliar Dongkrak Produktivitas Pertanian 12 Kecamatan di Jepara

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Close Ads X