Sukoharjo, infojateng.id – Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) di Kabupaten Sukoharjo, didorong mampu berperan ganda. Tidak hanya sebagai motivator teknologi, tetapi juga sebagai agen bisnis.
Hal tersebut ditekankan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, saat mengukuhkan 99 PPS “Tuladha Tani”, di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Mojolaban, baru-baru ini.
Menurutnya, jumlah penyuluh pertanian yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) terbatas.
“Pertanian adalah jantung kehidupan manusia. Namun saat ini kita menghadapi tantangan keterbatasan Penyuluh ASN. Maka, kehadiran PPS sebagai mitra kerja sangatlah strategis,” ujar Etik, dalam sambutannya.
Dia menegaskan, PPS yang dikukuhkan bukan sekadar penyuluh biasa, melainkan pelaku utama tani yang sukses.
Bupati juga mendorong agar para PPS mampu berperan ganda, tidak hanya sebagai motivator teknologi, tetapi juga sebagai agen bisnis.
Lebih lanjut, Etik menekankan pentingnya peran PPS, dalam memotong rantai distribusi yang merugikan petani.
“Sebagai Agen Bisnis, PPS diharapkan dapat membantu menghubungkan petani dengan pelaku usaha atau offtaker. Tujuannya, agar petani mendapatkan harga terbaik dari hasil panennya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Sukoharjo, Bagas Windaryatno melaporkan, pengukuhan itu merupakan langkah antisipasi atas peralihan status 79 Penyuluh ASN menjadi pegawai pusat per 1 Januari 2026.
“Sebanyak 99 PPS Tuladha Tani ini adalah petani innovator, yang memiliki keahlian spesifik. Keberadaan mereka menjadi aset vital untuk mendampingi petani di lapangan,” beber Bagas.
Dalam acara tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo juga mengapresiasi capaian Heri Sunarto, petani Sukoharjo, yang berhasil meraih predikat Petani Teladan Indonesia.
Hal itu diharapkan menjadi pemicu semangat bagi penyuluh swadaya lainnya, untuk terus berinovasi. (eko/redaksi)