Ungaran, infojateng.id – Potensi terjadinya bencana alam tanah longsor saat musim hujan tahun ini, menjadi salah satu perhatian mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang (UPGRIS) semester genap 2026 di Kabupaten Semarang.
Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UPGRIS Prof Wiyaka, usai penerimaan 357 mahasiswa KKN semester genap, di halaman Kantor Bupati Semarang, Rabu (14/1/2025).
Menurutnya, sudah ada pemetaan potensi bencana di 10 desa di Ungaran timur dan 11 desa di Ungaran Barat.
Diakuinya, kondisi geografis di Ungaran Timur yang perbukitan memiliki potensi terjadi bencana tanah longsor yang tinggi.
Namun, para mahasiswa telah mendapat pembekalan mitigasi bencana, sehingga mereka memiliki kecakapan untuk mengambjl tindakan awal ketika bencana terjadi.
“Nanti juga akan dilakukan edukasi kepada masyarakat, agar mereka juga tanggap saat ada bencana,” ujarnya lagi.
Selain itu, lanjut Wiyaka, mahasiswa KKN juga akan melanjutkan program digitalisasi pengembangan UMKM.
Program ini telah dimulai oleh para mahasiswa KKN tahun lalu, sehingga tahun ini akan dievaluasi dan dikembangkan pada tahap lanjutan.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Semarang Nur Arifah mengingatkan, pelaksanaan KKN menjadi ajang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri.
Menurutnya, interaksi langsung dengan warga desa akan memperkaya pengetahuan dan pengalaman para mahasiswa.
Selain itu, mahasiswa dapat membantu mengindentifikasi masalah dan potensi desa.
“Sehingga, akan menjadi masukan penting bagi pembangunan daerah,” ungkap wabup. (eko/redaksi)