Demak, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Bagian Perekonomian dan SDA menggelar Rakor Penyusunan Program Kerja Dekranasda Tahun 2026 bertempat di Gedung Gradhika Bina Praja, Rabu (14/1/2026).
Rakor dibuka Bupati Demak Eisti’anah dan dihadiri Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin, Ketua Dekranasda Kabupaten Demak Muh Zaky Maardi, Wakil Ketua Dekranasda Mujiatun, serta Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Demak Nur Azizul Miftah.
Kegiatan ini bertujuan untuk menyusun program kerja Dekranasda yang berdampak nyata bagi pengembangan UMKM dan produk unggulan Kabupaten Demak, sekaligus mendorong kolaborasi program dan kegiatan antar OPD dalam mendukung pelaksanaan program Dekranasda.
Kabag Perekonomian dan SDA, Nur Azizul Miftah menyampaikan, bahwa rakor ini merupakan upaya strategis untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Dekranasda Kabupaten Demak.
“Program kerja yang disusun diharapkan dapat dilaksanakan secara optimal melalui koordinasi, sinergi, dan kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, sehingga mampu memberikan manfaat nyata bagi para perajin dan pelaku UMKM kriya di Kabupaten Demak,” katanya.
Sementara itu, Bupati Demak Eisti’anah menegaskan, bahwa Dekranasda memiliki peran yang sangat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pengembangan sektor kerajinan dan UMKM.
“Kerajinan daerah merupakan salah satu potensi unggulan Kabupaten Demak yang perlu terus dikembangkan. Di dalamnya terkandung nilai seni, budaya, serta kearifan lokal yang menjadi identitas daerah,” kata Eisti’anah, dalam sambutannya.
Menurutnya, pengembangan sektor kerajinan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kuantitas produksi, tetapi juga pada peningkatan kualitas, inovasi desain, serta keberlanjutan usaha para perajin.
Lebih lanjut, bupati menjelaskan bahwa Dekranasda merupakan lembaga yang bersifat independen dan nirlaba, serta menjadi wadah berhimpunnya seluruh pemangku kepentingan di bidang seni kerajinan.
“Kehadiran Dekranasda diharapkan mampu mengembangkan produk kerajinan sekaligus meningkatkan kualitas kehidupan para pelaku usahanya, yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil dan menengah,” pungkasnya. (eko/redaksi)