Batang, infojaten.id – Cuaca ekstrem berupa hujan deras yang mengguyur Kabupaten Batang pada Jumat (16/1/2026) sore menyebabkan bencana alam berupa tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang mencatat sedikitnya 13 titik terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Batang Wawan Nurdiansyah mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi secara terus-menerus sejak pukul 17.30 WIB memicu tanah menjadi labil serta meningkatkan debit air sungai hingga meluap ke permukiman warga.
“Curah hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menyebabkan beberapa kejadian longsor dan banjir di wilayah Kabupaten Batang,” kata Wawan saat ditemui di Kantor BPBD Batang, Sabtu (17/1/2026).
BPBD mencatat empat kejadian tanah longsor yang terjadi di Desa Tombo, Kecamatan Bandar; Desa Reban, Kecamatan Reban; Desa Kecepak, Kecamatan Batang; serta Dukuh Wales, Desa Wonobodro, Kecamatan Blado.
“Total tujuh rumah warga terdampak, dengan rincian empat rumah di Desa Tombo dan masing-masing satu rumah di tiga lokasi lainnya. Selain longsor, banjir melanda sembilan wilayah lainnya, antara lain Kelurahan Karangasem Utara, Kasepuhan, Watesalit, Proyonanggan Tengah, serta Desa Klidang Lor, Denasri Kulon, Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, dan Kalisalak,” paparnya.
Adapun wilayah terdampak terparah berada di Kelurahan Karangasem Utara. Banjir merendam permukiman di tujuh RW dengan total 3.196 kepala keluarga atau sekitar 12.784 jiwa.
Kedalaman air di lokasi bervariasi antara 30 hingga 120 sentimeter.
“Sebagian warga masih bertahan di rumah, namun ada empat warga, terdiri dari tiga orang dewasa dan satu balita, yang mengungsi sementara di Masjid Al Ikhlas RW 05,” terangnya.
Banjir juga terjadi di Desa Klidang Lor, Kecamatan Batang, yang merendam dua RW dengan total sekitar 600 kepala keluarga atau 2.400 jiwa.
Ketinggian air di wilayah tersebut dilaporkan mencapai 30 hingga 120 sentimeter.
Wawan menyebutkan, BPBD Batang bersama unsur terkait, seperti TNI, Polri, dan relawan, telah melakukan pemantauan dan penanganan awal di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat bencana tersebut.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
“Laporan ini masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan di lapangan,” pungkasnya. (eko/redaksi)