Ngalab Berkah MTQ di Jateng

infojateng.id - 29 Januari 2026
Ngalab Berkah MTQ di Jateng
Wahid Abdulrahman, Wakil Ketua TPPD Jawa Tengah, Dosen FISIP Undip, Ketua LTN PCINU Jerman 2021-2023. - ()
|
Editor

Semarang, infojateng.id – Pada tahun ini Provinsi Jawa Tengah akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional yang direncanakan digelar di bulan September. Sebagai sebuah repetisi sejarah 1979 di mana MTQ dilaksanakan di Kota Semarang.

Dari sudut pandang sejarah, ketika pertama kali diselenggarakan pada 1968 di Makassar, harus diakui tidak lepas dari upaya menciptakan situasi sosial politik yang lebih harmonis dan kondusif, khususnya relasi antara umat Islam dan pemerintah pascaperistiwa 1966.

Meskipun kemudian relasi antara negara dan umat Islam mengalami gelombang surut di era orde baru dan baru kembali mengalami pasang di akhir 1980 an hingga awal 1990 an sebagaimana diungkap oleh William Liddle (1996) sebagai The Islamic Turn.

Gelombang kebangkitan Islam yang ditandai oleh semakin mengemukanya berbagai nilai dan ritual Islam di ruang publik termasuk di dalamnya kelahiran Bank Muamalat dan terbitnya Republika sebagai Bank dan surat kabar Islam pertama di Indonesia.

Demikian halnya dengan berbagai kegiatan bernuansa Islam yang mulai marak diselenggarakan di instansi pemerintah.

Berkah MTQ sebagai penyejuk dan penguat relasi pemerintah dan umat Islam tentu memiliki drajat yang berbeda di tengah iklim politik saat ini di mana pemerintah sangat akomodatif terhadap kepentingan umat.

Dalam konteks kebangsaan, sudah tentu MTQ menjadi salah satu upaya menghasilkan qori dan qoriah terbaik yang kelak bisa menjadi duta Indonesia di kancah internasional. Sebagai bagian dari diplomasi kebudayaan sekaligus meneguhkan citra positif Indonesia sebagai negara Muslim.

Dalam konteks keislaman adalah bagian dari syiar Islam dengan berbagai sudut pandangnya. Sebagai tuan rumah, tentu reputasi Jawa Tengahmenjadi pertaruhan sekaligus diharapkan membawa keberkahan yang melimpah.

Lazimnya sebuah kompetisi tentu menjadi juara umum adalah satu target yang lumrah. Terlebih posisi tuan rumah sebagai juara umum sudah sering terjadi bahkan menjadi tren.

Dengan target tersebut sudah tentu, MTQ memiliki peran berlipat dalam meningkatkan kaderisasi dan kualitas seperti halnya qori dan qoriah sesuai dengan cabang yang dilombakan.

Waktu yang tersisa mutlak dioptimalkan untuk meraih juara umum. Di sinilah kehadiran, keberpihakan, dan sinergi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengahdan tingkat kabupaten/kota menjadi sangat urgen.

Reputasi berikutnya menyangkut kemampuan sebagai tuan rumah untuk memberikan pelayanan terhadap ribuan peserta yang hadir dari seluruh penjuru Nusantara.

Sukses sebagai tuan rumah dengan salah satu indikator kepuasan para kafilah. Bukankah tuan rumah yang baik adalah mampu memberikan pelayanan terbaik bagi tamu yang hadir.

Oleh karenanya kesiapan infrastruktur dasar dan infrastruktur penunjang menjadi salah satu kunci sukses. Tidak terkecuali aspek sumber daya manusia pendukung.

Mengelola event dalam rentang waktu kurang lebih 10 hari dengan ribuan peserta tentu memerlukan kesiapan sumber daya manusia.

Sukses sebagai tuan rumah diharapkan akan membawa berkah yang lebih luas. Dampak ekonomi setidaknya dari akomodasi sudah sangat nyata.

Namun demikian tentu kita mengharapkan lebih dari itu, khususnya berkah lebih bagi ekonomi kerakyatan di Jawa Tengah.

MTQ dapat menjadi semacam “pavilion” atau setidaknya etalase bagi beragam produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) Jawa Tengah untuk lebih dikenal secara nasional.

MTQ juga dapat menjadi pemanasan menuju tahapan pembangunan Jawa Tengah tahun 2027 yang menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Pemprov dapat menggunakan “ajimumpung” untuk sekaligus mengenalkan potensi pariwisata Jawa Tengah mulai dari wisata religi, kuliner, hingga wisata edukasi yang relevan dengan kegiatan MTQ.

Dalam perspektif edukasi, khazanah kekayaan pesantren-pesantren di Jawa Tengah barangkali perlu untuk disyiarkan.

Beragam manuskrip kitab-kitab kuning misalnya, dapat menjadi alternatif untuk dideseminasi selama MTQ digelar.

Kondisi Jawa Tengah pada khususnya dan Indonesia secara umum yang menghadapi degradasi lingkungan, semestinya mampu membawa semangat lahirnya”Green MTQ” atau MTQ yang ramah lingkungan sukur-sukur menjadi momentum untuk membumikan ekoteologi di mana Islam memiliki pondasi kuat.

Islam sebagai rahmatan lil alamin perlu dibumikan dalam program-program lingkungan di mana MTQ menjadi salah satu momentum.

Mulai dari penggunaan segala bahan yang eco-friendly hingga menyisipkan rangkai kegiatan yang mengarah pada semangat kelestarian lingkungan bisa menjadi alternatif pembumiannya.

Terakhir, MTQ bukan semata hajat satu atau dua organisasi perangkat daerah atau pemerintah Provinsi Jawa Tengah atau Kota Semarang, melainkan hajat seluruh Jawa Tengah. Dengan demikian kolaborasi seluruh stakholders di semua level menjadi sangat penting.

Mulai dari Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota, Kanwil Kemenag, LPTQ, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, media, dan sektor swasta misalnya.

Pada tataran inilah kemudian MTQ bisa menjadi semakin memperkuat rasa kepemilikan terhadap Jawa Tengah, berkah MTQ yang membawa guyub rukun bagi kemajuan dan kesejahteraan Jawa Tengah. (eko/redaksi)

 

Penulis : Wahid Abdulrahman
Wakil Ketua TPPD Jawa Tengah, Dosen FISIP Undip, Ketua LTN PCINU Jerman 2021-2023



Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Ngalab Berkah MTQ di Jateng

Ngalab Berkah MTQ di Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Sudut Pandang
Baznas RI dan Jateng Perkuat Dukungan Bantuan Korban Banjir

Baznas RI dan Jateng Perkuat Dukungan Bantuan Korban Banjir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Dorong Penanganan Bencana Lebih Cepat dan Terukur

Dorong Penanganan Bencana Lebih Cepat dan Terukur

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Optimal Hadapi UTBK-SNBT, IMP Unnes Hadirkan Si Semar 2026

Optimal Hadapi UTBK-SNBT, IMP Unnes Hadirkan Si Semar 2026

Info Jateng   Pendidikan
Revitalisasi Jembatan Kawasan Perbatasan Jepara dan Demak Jadi Prioritas

Revitalisasi Jembatan Kawasan Perbatasan Jepara dan Demak Jadi Prioritas

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Dua Hari, Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Dua Hari, Sekda Jateng Kawal Langsung Pencarian Pendaki Hilang di Bukit Mongkrang

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Tim Dokkes Polres Purbalingga Periksa Kesehatan Warga Terdampak Bencana Door to Door

Tim Dokkes Polres Purbalingga Periksa Kesehatan Warga Terdampak Bencana Door to Door

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng   Kesehatan
Peringati HGN, SPPG Karangasem Selatan Terapkan Varian Menu Berkecukupan Gizi

Peringati HGN, SPPG Karangasem Selatan Terapkan Varian Menu Berkecukupan Gizi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Anak Terdampak Longsor Diminta Tetap Belajar Meski Sekolah Ditutup

Anak Terdampak Longsor Diminta Tetap Belajar Meski Sekolah Ditutup

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polresta Pati Siapkan Fasilitas Pemeriksaan Saksi untuk Penyidik KPK

Polresta Pati Siapkan Fasilitas Pemeriksaan Saksi untuk Penyidik KPK

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Atlet Para Jateng Sumbang 116 Medali di ASEAN Para Games 13 Thailand

Atlet Para Jateng Sumbang 116 Medali di ASEAN Para Games 13 Thailand

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Olahraga
Bupati Faiz Instruksikan Penanganan Darurat Longsor di Jembatan Kemligi

Bupati Faiz Instruksikan Penanganan Darurat Longsor di Jembatan Kemligi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Bidkum Polda Jateng Sosialisasikan KUHP Baru di Polres Wonogiri

Bidkum Polda Jateng Sosialisasikan KUHP Baru di Polres Wonogiri

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
24 Rumah Terdampak Bencana di Jepara Dapat Bantuan RTLH BTT

24 Rumah Terdampak Bencana di Jepara Dapat Bantuan RTLH BTT

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Empat Pemda di Pantura Komitmen Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi

Empat Pemda di Pantura Komitmen Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Energi

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Pemprov Jateng akan Tutup Bukit Mongkrang Selama Ramadan 

Pemprov Jateng akan Tutup Bukit Mongkrang Selama Ramadan 

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng
Pemkab Batang Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pranten

Pemkab Batang Siapkan Relokasi Warga Terdampak Longsor Pranten

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
DLHK Jateng Ungkap Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet

DLHK Jateng Ungkap Penyebab Utama Banjir dan Longsor di Lereng Gunung Slamet

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
17 KK Terdampak Longsor Cibeunying Mulai Tempati Huntara

17 KK Terdampak Longsor Cibeunying Mulai Tempati Huntara

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama Pengelolaan Sampah

Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama Pengelolaan Sampah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Close Ads X