Pati, infojateng.id– Sebanyak 50 ekor sapi milik peternak di Pati, Jawa Tengah (Jateng) mati karena terserang virus penyakit mulut dan kuku (PMK). Jumlah tersebut meningkat tajam karena sepekan sebelumnya baru 9 ekor sapi yang mati usai terkena virus tersebut.
“Sampai saat ini jumlah sapi yang mati akibat PMK sebanyak 50 ekor. Peningkatannya cukup tajam dalam kurun waktu sepekan, yang mana sebelumnya hanya 9 ekor, kini jadi 50 ekor,” kata Bupati Pati Haryanto saat penyuntikan vaksin di Desa Pucakwangi, Kecamatan Pucakwangi, Selasa (28/6/2022).
Namun, berdasarkan data yang ada, sebagian besar sapi yang mati adalah sapi yang masih kecil / anakan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh maupun fisik yang tidak mampu melawan PMK.
“Dari 50 ekor sapi yang meninggal tersebut, kebanyakan di dua kecamatan yaitu Tlogowungu dan Margoyoso. Desa – desa lain pun ada, namun untuk populasi yang banyak dari dua kecamatan tersebut,” ungkapnya.
Terkait dengan vaksinasi PMK, Bupati Haryanto menjelaskan, Kabupaten Pati mendapat kuota 4.000 dosis vaksin. Dari jumlah dosis tersebut hanya untuk sapi bagi peternak di beberapa kecamatan yang masuk kategori endemi, yakni di Kecamatan Juwana, Cluwak dan Puncakwangi.
“Sebelum mendapat vaksin PMK, pemerintah daerah telah berupaya untuk menekan penularan PMK yang tergolong cepat ini,” urainya.
Pihaknya berharap, semoga dengan antisipasi melalui vaksin ini, PMK dapat teratasi layaknya kasus pandemi Covid – 19. Sebab apabila mengingat kembali awal pandemi Covid – 19, kasus kian meningkat seiring belum munculnya vaksin Covid – 19.
“Kami mengimbau seluruh camat, kades untuk memberikan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat agar tak perlu resah dan khawatir berlebihan. Terlebih, ada pihak yang berupaya mempengaruhi dan menakuti peternak hingga akhirnya mereka menjual dengan harga murah,” urainya.(redaksi)