Bangkit dari Pandemi dengan Group Investigasi

infojateng.id - 7 September 2022
Bangkit dari Pandemi dengan Group Investigasi
Kristina Erna Fatmawati, S. Pd, Guru SDN Agungmulyo - (infojateng.id)
Penulis
|
Editor

VIRUS Corona virus (Covid-19) telah menjadi bencana besar bagi dunia selama dua tahun terakhir. Pandemi Covid-19 ini membuat banyak negara di dunia terus mengupayakan untuk dapat beradaptasi dengan keadaan. Menciptakan banyak peraturan serta mekanisme untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 sebagai bentuk upaya menormalisasi kondisi agar tetap stabil, tak terkecuali Bangsa Indonesia. Negara kita juga membuat banyak bijakan untuk mengendalikan pandemi ini.

Covid-19 berpengaruh besar terhadap banyak sektor kehidupan, salah satunya terhadap sektor Pendidikan. Pendidikan mempunyai peran yang penting dalam meningkatkan kualitas suatu bangsa. Dengan kondisi pandemi yang sedang melanda, maka Bangsa Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang dilakukan dengan sistem belajar dari rumah. Hal ini mengacu pada Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di masa Covid-19.

Belajar dari Rumah dilaksanakan dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dalam Undang-undang No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 15, dijelaskan bahwa PJJ adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi dan media lain. Salah satu jenis PJJ adalah pembelajaran daring. Sistem pendidikan secara daring sudah diterapkan selama kurang lebih 2 tahun terakhir semenjak pandemi covid 19 melanda.

Selama pembelajaran daring dilaksanakan banyak sekali kendala yang terjadi sehingga membuat menurunnya kualitas Pendidikan. Menurunnya kualitas pendidikan dapat diartikan sebagai kurang berhasilnya proses pembelajaran. Jika dianalisis secara makro penyebabnya bisa dari siswa, guru, sarana dan prasarana maupun model pembelajaran yang digunakan. Juga minat dan motivasi siswa yang rendah, kinerja guru yang kurang baik akan menyebabkan kurang berhasilnya pembelajaran.

Proses pembelajaran yang kurang berhasil dapat menyebabkan siswa kurang berminat untuk belajar. Minat siswa yang kurang ditunjukkan dari kurangnya aktivitas belajar, interaksi dalam proses pembelajaran dan persiapan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kenyataan ini tentu saja tidak terlalu mengejutkan karena hasil belajar anak-anak pada masa Pandemi Covid-19 tergolong relatif rendah khususnya pada mata pelajaran eksakta seperti matematika.

Istilah matematika berasal dari bahasa Yunani mathein atau manthenein yang artinya mempelajari, namun diduga kata itu erat pula hubungannya dengan kata sansekerta medha atau widya yang artinya kepandaian, ketahuan atau intelehensi. Ariyanto (2011: 27). Sedangkan menurut Hamzah Uno, matematika merupakan ilmu yang memiliki kecenderungan deduktif, aksiomatik dan abstrak (fakta, konsep dan prinsip). Mata pelajaran kemampuan memecahkan masalah (Hamzah Uno, 2011: 124). Dalam matematika pembelajaran dan pemahaman konsep dapat diawali secara induktif melalui pengalaman peristiwa nyata atau intuisi. Ide manusia tentang matematika berbeda-beda, tergantung pada pengalaman dan pengetahuan masing-masing.

Agar dalam penyampaian materi matematika dapat mudah diterima dan dipahami oleh siswa, guru harus memahami tentang karakteristik matematika sekolah. Menurut Ariyanto (2011: 29) matematika memiliki karakteristik: 1) memiliki obyek kajian abstrak, 2) Bertumpu pada kesepakatan, 3) berpola piker deduktif, 4) Memiliki symbol yang kosong dari arti, 5) Memperhatikan semesta pembicaraan, dan 6) Konsisten dalam sistemnya.

Berdasarkan hal tersebut di atas dalam pembelajaran matematika perlu disesuaikan dengan perkembangan kognitif siswa, dimulai dari yang konkrit menuju abstrak. Namun demikian meskipun obyek pembelajaran matematika adalah abstark, tetapi mengingat kemampuan berpikir siswa Sekolah Dasar yang masih dalam tahap operasional konkrit, maka untuk memahami konsep dan prinsip masih diperlukan pengalaman melalui obyek konkrit

Berbagai upaya di rencanakan untuk mengatasi penurunan hasil belajar matematika siswa pada tahun ajaran yang akan datang. Salah satu yang ditempuh yaitu mengunakan model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa pada pembelajaran tatap muka di tahun ajaran 2022/2023. Salah satu model pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak usia SD yaitu metode pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation.

Model Group investigation seringkali disebut sebagai model pembelajaran kooperatif yang paling kompleks. Hal ini disebabkan oleh model ini memadukan beberapa landasan pemikiran, yaitu berdasarkan pandangan konstruktivistik, democratic teaching, dan kelompok belajar kooperatif. Berdasarkan pandangan konstruktivistik, proses pembelajaran dengan model  group investigation memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk terlibat secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran mulai dari perencanaan sampai cara mempelajari suatu topik melalui investigasi. Democratic teaching adalah proses pembelajaran yang dilandasi oleh nilai-nilai demokrasi, yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapkan persamaan kesempatan, dan memperhatikan keberagaman peserta didik (Budimansyah, 2007: 7).

Dalam Group Investigation  terdapat tiga konsep utama, yaitu: penelitian atau enquiri, pengetahuan atau knowledge, dan dinamika kelompok atau the dynamic of the learning group, (Udin S. Winaputra, 2001:75). Penelitian di sini adalah proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung. Sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sekelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman melaui proses saling beragumentasi

Eggen & Kauchak (dalam Maimunah, 2005: 21) mengemukakan Group investigation adalah strategi belajar kooperatif yeng menempatkan siswa ke dalam kelompok untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metode GI mempunyai fokus utama untuk melakukan investigasi terhadap suatu topik atau objek khusus.

Slavin dalam Siti Maesaroh (2005:29-30) mengemukakan enam tahapan kemajuan siswa di dalam Model Pembelajaran Group Investigation (GI) yaitu:

Tahap Pengelompokan (Grouping)

Yaitu tahap mengidentifikasi topik yang akan diinvestigasi serta mebentuk kelompok investigasi, dengan anggota tiap kelompok 4 sampai 5 orang. Pada tahap ini: siswa mengamati sumber, memilih topik, dan menentukan kategori-kategori topik permasalahan. Siswa bergabung pada kelompok-kelompok belajar berdasarkan topik yang mereka pilih atau menarik untuk diselidiki. Guru membatasi jumlah anggota masing-masing kelompok antara 4 sampai 5 orang berdasarkan keterampilan dan keheterogenan.

Tahap Perencanaan (Planning)

Kelompok akan membagi sub topik kepada seluruh anggota. Kemudian membuat perencanaan dari masalah yang akan diteliti, bagaimana proses dan sumber apa yang akan dipakai .

Tahap Penyelidikan (Investigation)

Tahap Investigation, yaitu tahap pelaksanaan proyek investigasi siswa. Pada tahap ini, siswa melakukan kegiatan sebagai berikut: Siswa mengumpulkan informasi, menganalisis data dan membuat simpulkan terkait dengan permasalahan-permasalahan yang diselidiki. Masing-masing anggota kelompok memberikan masukan pada setiap kegiatan kelompok. Siswa saling bertukar, berdiskusi, mengklarifikasi dan mempersatukan ide dan pendapat.

Tahap Pengorganisasian (Organizing)

Yaitu tahap persiapan laporan akhir. Pada tahap ini kegiatan siswa di kelompok

sebagai berikut: anggota kelompok menentukan pesan-pesan penting dalam proyeknya masing-masing,   anggota kelompok mempersiapkan apa yang akan mereka laporkan dan bagaimana mempresentasikannya, wakil dari masing-masing kelompok membentuk panitia diskusi kelas dalam presentasi investigasi.

5 Tahap Presentasi (Presenting)

Tahap presenting yaitu tahap penyajian laporan akhir. Kegiatan pembelajaran di kelas pada tahap ini adalah sebagai berikut: Penyajian kelompok pada keseluruhan kelas dalam berbagai variasi bentuk penyajian. Kelompok yang tidak sebagai penyaji terlibat secara aktif sebagai pendengar, Pendengar mengevaluasi, mengklarifikasi dan mengajukan pertanyaan atau tanggapan terhadap topik yang disajikan.  Misalnya: Siswa yang bertugas untuk mewakili kelompok menyajikan hasil atau simpulan dari investigasi yang telah dilaksanakan, Siswa yang tidak sebagai penyaji, mengajukan pertanyaan, saran tentang topik yang disajikan. Siswa mencatat topik yang disajikan oleh penyaji.

Tahap evaluasi (evaluating)

Pada tahap evaluating atau penilaian proses kerja dan hasil proyek siswa. Pada tahap ini, kegiatan guru atau siswa dalam pembelajaran sebagai berikut: Siswa menggabungkan masukan-masukan tentang topiknya, pekerjaan yang telah mereka lakukan, dan tentang pengalaman-pengalaman efektifnya. Guru dan siswa mengkolaborasi, mengevaluasi tentang pembelajaran yang telah dilaksanakan, Penilaian hasil belajar haruslah mengevaluasi tingkat pemahaman siswa..

Model Pembelajaran Group Investigation mempunyai kelebihan yaitu :

1. Meningkatkan belajar bekerja sama.

2. Dapat belajar memecahkan dan menangani suatu masalah.

3. Belajar berkomunikasi baik dengan teman sendiri maupun guru.

4. Belajar menghargai pendapat orang lain.

5. Peserta didik terlatih untuk mempertanggung jawabkan jawaban yang diberikan.

Model Pembelajaran Group Investigation ini dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, Hal ini sesuai dengan penelitian yang pernah penulis lakukan terhadap siswa kelas 5 di SD Negeri Agungmulyo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati pada pelajaran matematika materi luas bangun datar. Rata-rata pretest hasil belajar siswa adalah 65,22 dengan nilai minimum 50 dan nilai maksimum 75. Setelah model Pembelajaran Group Investigation diterapkan di kelas eksperimen maka rata-rata hasil belajar siswa menjadi 84,09 dengan nilai minimum 65 dan nilai maksimal 100.

Model Pembelajaran Group Investigation ini efektif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa materi Bangun datar karena dengan model pembelajaran ini siswa dapat mengkonstruksikan (membangun) sendiri pengetahuannya tentang luas bangun datar lewat investigasi (penyelidikan) bersama kelompoknya. Ilmu pengetahuan yang di dapat lewat investigasi ini dapat bertahan lebih lama, dari pada ilmu pengetahuan yang didapat dari hafalan. Sehingga dapat dikatakan bahwa Model Pembelajaran Group Investigation dapat menjadi salah satu alternatif dunia Pendidikan untuk bangkit dari pandemi. (*) 

Penulis :

Kristina Erna Fatmawati, S. Pd

Guru SDN Agungmulyo




1 Komentar pada “Bangkit dari Pandemi dengan Group Investigasi”

  1. Bunadi berkata:

    Semangat berkreasi untuk mencerdaskan anak bangsa Bu Erna

Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Wapres Gibran dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa UKSW

Wapres Gibran dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa UKSW

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Trans Jateng Rute Magelang-Temanggung Segera Mengaspal

Trans Jateng Rute Magelang-Temanggung Segera Mengaspal

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
RS KSH Group Rayakan 20 Tahun dengan Lokakarya Manajemen dan Inovasi Smart Hospital Berbasis AI

RS KSH Group Rayakan 20 Tahun dengan Lokakarya Manajemen dan Inovasi Smart Hospital Berbasis AI

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Kesehatan
Persijap Jepara Banjir Bintang Terbaik ISL

Persijap Jepara Banjir Bintang Terbaik ISL

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Lestarikan Budaya Lewat Tari dan Wayang “Gema Rimba Segara”

Lestarikan Budaya Lewat Tari dan Wayang “Gema Rimba Segara”

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Seni & Budaya
Liga 4 Jateng: Persibat Batang Menang Tekuk PSD Demak 1-0

Liga 4 Jateng: Persibat Batang Menang Tekuk PSD Demak 1-0

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Olahraga
PWNU Jateng Akan Gelar Apel Kemanusiaan di Batang

PWNU Jateng Akan Gelar Apel Kemanusiaan di Batang

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Drama Tari Gema Rimba Sampaikan Pesan Alam

Drama Tari Gema Rimba Sampaikan Pesan Alam

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Seni & Budaya
Pemkab Pemalang Jamin Kebutuhan Pangan Korban Banjir Bandang di Pulosari

Pemkab Pemalang Jamin Kebutuhan Pangan Korban Banjir Bandang di Pulosari

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Meriah, Karnaval dan Kirab Gunungan Hasil Bumi Warnai HUT Ke-451 Pemalang

Meriah, Karnaval dan Kirab Gunungan Hasil Bumi Warnai HUT Ke-451 Pemalang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Minta Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

Tinjau Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Minta Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Lolos Porprov, 9 Atlet Renang Jepara Terima Bonus

Lolos Porprov, 9 Atlet Renang Jepara Terima Bonus

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Bulog Kanwil Jateng Targetkan Serap Gabah Petani 4 Juta Ton Setahun

Bulog Kanwil Jateng Targetkan Serap Gabah Petani 4 Juta Ton Setahun

Info Jateng
Bupati Anom Paparkan Tema Hari Jadi Pemalang dan Capaian Kinerja Pemerintahan

Bupati Anom Paparkan Tema Hari Jadi Pemalang dan Capaian Kinerja Pemerintahan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Pemerintahan
Peringatan Hari Jadi Pemalang Jadi Momentum Semangat Melanjutkan Pembangunan Daerah

Peringatan Hari Jadi Pemalang Jadi Momentum Semangat Melanjutkan Pembangunan Daerah

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
City Walk Pemalang Disebut Prototipe Pembangunan untuk Kemajuan Keadaban

City Walk Pemalang Disebut Prototipe Pembangunan untuk Kemajuan Keadaban

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
DPC PA GMNI Kudus Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir

DPC PA GMNI Kudus Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Terima Bisyarah dari Wagub Gus Yasin, Wafiq Salma: Tahfidz di Jateng Kini Diapresiasi

Terima Bisyarah dari Wagub Gus Yasin, Wafiq Salma: Tahfidz di Jateng Kini Diapresiasi

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Pati KORPRI Fun Run 5K, Berlari Sambil Berdonasi

Pati KORPRI Fun Run 5K, Berlari Sambil Berdonasi

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Olahraga
Pati Perkuat Manajemen Talenta ASN di Tengah Masa Transisi Kepemimpinan

Pati Perkuat Manajemen Talenta ASN di Tengah Masa Transisi Kepemimpinan

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Close Ads X