Sragen, infojateng.id – Puncak dari peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-58 Provinsi Jateng, dipusatkan di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Jawa Tengah. Peringatan tersebut dengan tema ”Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”.
Kesempatan itu hadir Sekda Jateng Sumarno mewakili Gubernur Ganjar Pranowo, Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Wabup H Suroto, Sekda Hargiyanto, para Kepala Dinkes Se-Jateng.
Sekda Jateng Sumarno, mengatakan, meski layanan kesehatan itu gratis karena adanya BPJS, namun masyarakat harus mengutamakan pencegahan penyakit. ”Kader kesehatan maupun posyandu sebagai ujung tombak kesehatan harus diberdayakan, karena sangat berperan dalam mencegah penyakit,” tutur Sekda Provinsi Sumarno.
Ditambahkan Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar, Sinergi Transformasi Sistem Layanan Kesehatan yang ditekankan Kemenkes saat ini adalah sistem pelayanan kesehatan primer digeser dari kuratif rehabilitatif menjadi promotif preventif.
Maksudnya mengutamakan pencegahan penyakit, dibanding harus mengobati. Sehingga perlu untuk memberdayakan Posyandu kader kesehatan menjadi garda terdepan dalam upaya kesehatan masyarakat dan mencegah penyakit. Misalnya melakukan imunisasi dan PSN.
”Karena pencegahan penyakit menjadi cara termurah,” terang Yunita Dyah Suminar didampingi Sekda Sragen dr Hargiyanto.
Jika orang datang ke rumah sakit dalam keadaan sakit, lanjut Yunita maka upaya kuratif itu mahal. Misal orang terkena diabetes, stroke atau serangan jantung, maka biaya pengobatannya mahal. Berbeda jika ada upaya pencegahan dengan berolahraga teratur, makan teratur dan istirahat cukup, maka bisa terhindar dari penyakit. Itu merupakan upaya pencegahan yang sangat murah. ”Jadi tidak datang dalam keadaan sakit,” tuturnya.
Dalam peringatan Hari Kesehatan juga dilakukan pemberian hadiah berbagai lomba serta pemberian penghargaan. Lomba pengelola profil kesehatan terbaik Juara I diraih Pekalongan, II. Kota Tegal dan III. Kota Salatiga.(fid/yat)