Sragen, infojateng.id – Mengenal lebih dekat sosok Rini Epeledut. Sinden Fenomenal asal Plaosan, Magetan, Jawa Timur yang namanya sudah dikenal masyarakat luas di dunia hiburan karawitan.
Pimilik nama lengkap Setiyorini atau yang akrab disapa Rini Epeledut merupakan seorang seniman yang mementaskan seni tradisional karawitan dengan ciri khas cokek hingga dikenal luas masyarakat Jawa.
Rini Epeledut mengawali karir dengan merintis di dunia Sinden tampil pada acara hajatan pernikahan tetangga di desanya. Rini memantapkan karirnya untuk untuk bersekolah di sekolah seni SMKI Solo (SMKN 8 Surakarta). Dengan mengambil jurusan seni karawitan.
Selain itu, Rini juga sempat meneruskan pendidikan perguruan tinggi ISI Surakarta sampai semester 4. Kemudian, menamatkan pendidikan seninya di ASGA (Akademi Seni Mangkunegaran Surakarta). Demi mengapai kenginan sejak kecil, Rini menghabiskan waktu guna membiayai pendidikannya dengan hasil kerja kerasnya sendiri.
Dibalik perjuangan Rini, sinden fenomenal tersebut, juga tak lepas dari campur tangan kedua orang tua yang sejak kecil mendukung hobi dan bakat Rini.
Bahkan tak main-main kedua orang tua Rini mengajarkan untuk bekerja keras, membuat tekad dan semangatnya menjadi orang sukses semakin besar.
Dikatakan Setiyorini, dalam menekuni dunia pesindenan banyak suka dan duka yang dialami. Selain banyaknya penggemar fanatik hingga adanya anggapan negatif mengenai profesi seorang sinden.
“Bagi saya menjadi seorang sinden sangat menyenangkan, bisa dekat dengan masyarakat. Saya dapat menghibur orang banyak dan melestarikan budaya tradisional yang pada saat sekarang ini semakin tergerus zaman. Anggapan negatif orang lain tentang profesi sinden tidak menyurutkan semangat saya untuk tetap selalu berkarya dan menjadi lebih baik lagi,” papar Rini.
Kiprah menjadi seorang sinden yang sudah hampir lebih dari 20 tahun menjalani profesinya tentu bukanlah suatu hal yang mudah dijalani.
Tidak hanya itu, Rini juga tidak puas dengan hasil yang didapatkannya saat ini, Rini juga mulai melebarkan sayapnya dengan merintis menjadi seorang produser dan mendirikan label Mahayana Records. Rekaman lagu dan videoklip, hingga memproduksi ribuan kaset VCD untuk diedarkan di seluruh pulau jawa dilakukannya demi mempromosikan kesenian tradisional daerah.
“Saya menjadi produser mencoba merangkap kerja yang tidak melenceng dari profesi saya, dan bisa tetap bekerja dan melestarikan kesenian. Tujuannya untuk membuat seni karawitan cokek khususnya menjadi luas di berbagai kalangan,” jelasnya.
Meskipun pada akhirnya produksi kaset VCD original yang ia buat menjadi kalah dengan adanya banyak para pembajak dan semakin berkembangnya era dunia digital. Ke halaman selanjutnya.