Sragen, infojateng.id – Maestro karawitan dan pencipta lagu Sragenan, Mbah Karno KD tutup usia, Selasa (30/5/2023). Di mata Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sriyanto Saputro sosok seniman yang banyak menginspirasi.
Kabar meninggalnya mbah Karno KD pertamakali dikabarkan melalui setatus WhatsApp Sriyanto Saputro anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari fraksi partai Gerindra, Sriyanto Saputro dalam unggahannya di setatus WhatsApp menuliskan
“Sugeng tindak Mbah Karno KD. Beliau merupakan penemu karawitan gaya Sragenan. Kuingat pesan terakhir Februari 2023 lalu. Mumpung aku isih urip, ayo rekaman Sekar Puri (grup karawitan putri, red) bareng Pak Sri,” ucapnya melalui pesan singkat Whatshap.
Kepada wartawan, pria yang juga mengagumi kesenian daerah ini, Sriyanto Saputro membenarkan kabar meninggalnya sang maestro karawitan asal Sragen, Mbah Karno KD.
Di mata Sriyanto, Mbah Karno merupakan seorang seniman dan penciptaan lagu Karawitan gaya Sragenan yang paling terkenal dan disegani banyak kalangan seniman.
“Iya benar, tadi malam dapat kabar duka. Informasi dari keluarga pemakaman akan dilakukan jam 10.00 pagi,” kata Sriyanto Saputro.
Selain memiliki pribadi yang sangat berkesan, Mbah Karno KD juga menjadi sosok seniman sejati di Soloraya, terlebih di Bumi Sukowati.
“Meskipun saya kenal dengan mbah Karno KD tepatnya setahun yang lalu, ketika saya tertarik mengangkat tema dan diskusi pada waktu itu dialog interaktif bertema melestarikan karawitan gaya Sragenan, waktu itu di Desa Ngarum, waktu itu Mbah Karno penemu lagu karawitan gaya Sragenan,” jelasnya.
Sriyanto Saputro mengaku sangat kehilangan sosok Mbah Karno KD pencipta lagu Karawitan gaya Sragenan yang dinilai sangat melegenda, bahkan disetiap event karawitan. Lagu sragen sudah menjadi penampilan yang wajib dilakukan.
“Saya sangat merasa kehilangan dan saya punya kenangan tak terlupakan, pada bulan Februari yang lalu lewat keluarga besarnya menemui saya. Yang bikin gregel kalimatnya waktu itu mumpung aku masih hidup ayo mbok sekar puri kelompok kerawitan wanita di kampungnya rekaman bersama pak Sri dan syukur – syukur pak Sri bisa datang, lha waktu itu tidak ada satu minggu saya turuti saya adakan rekaman khusus lagu lagu karya Mbah Karno KD bersama sekar puri,” tandasnya.
Pertemuan Mbah Karno KD dan Sriyanto Saputro juga mendadak tercipta lagu khusus untuk sosok Sriyanto Saputro selama mider dan membela masyarakat.
“Disitu yang saya bikin gregel dan saya juga sempat dibuatkan gending lagu yang di khusus buat perjuangan saya judulnya angkleng atau berkelana seperti yangs aya lakukan mider, saya sangat kehilangan karena beliau adalah aset Sragen dan nasional tentunya karawitan gaya Sragenan itu sangat di kenal,” ujarnya.(fid/yat)