Kendal, Infojateng.id – Jembatan Gantung yang terletak di Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kendal kini sudah bisa dilewati warga.
Warga Desa Gempolsewu maupun warga Desa Randusari kini tak perlu lagi naik tambangan (perahu penyeberangan) ataupun harus memutar jika ingin saling berkunjung.
Jembatan yang dibangun melalui anggaran APBN dari Kementerian PUPR RI sebesar Rp 3,9 miliar telah selesai dibangun sesuai kontrak yakni pada pada 31 Desember 2023.
Jembatan tersebut sangat ditunggu sejak lama oleh warga, karena merupakan akses utama antar dusun, antar desa dan antar Kecamatan Rowosari Kabupaten Kendal dengan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang.
Pengawas Pekerjaan Jembatan Gantung Gempolsewu, Muhamad Santri Kalimasada mengatakan, jembatan gantung itu hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan sepeda motor.
Menurutnya tidak ada kendala selama pengerjaan jembatan yang dibangun dengan panjang sekitar 80 meter dan lebar 4 meter.
“Jembatan ini ketinggiannya hampir mencapai 5.36 meter, sehingga perahu-perahu pun aman saat melintas di bawah jembatan,” kata Santri.
Sementara, Kepala Desa Gempolsewu, Charmadi mengatakan, keberadaan jembatan gantung ini dapat memberi manfaat sebagai akses penghubung antar wilayah Desa Gempolsewu yang ada di sebelah barat.
Selama ini warga kesulitan transportasi dengan wilayah di timur sungai Kali Kutho.
“Dengan adanya jembatan gantung ini dapat mempermudah dan memperlancar transportasi serta mempercepat pertumbuhan ekonomi warga,” jelas Charmadi.
Charmadi meminta masyarakat untuk menjaga jembatan yang sangat vital sebagai akses jalan penghubung ke berbagai tempat tanpa menyeberang sungai.
“Keberadaan jembatan gantung ini juga bisa menjadi daya tarik jika dikembangkan menjadi tempat wisata,” tandasnya. (eko/redaksi)