Jepara, Infojateng.id – R.A. Kartini, perempuan hebat dengan semangat perjuangannya yang menyala dan berkobar hingga dikenal di segala penjuru terutama dalam hal memperjuangkan peran dan kesejajaran kaum wanita sehingga ia dinobatkan sebagai pahlawan emansipasi wanita.
Tak hanya itu saja, ternyata banyak sekali nilai perjuangan, inspirasi, dan peran besar yang dicetuskan oleh R.A. Kartini semasa hidupnya.
Semuanya dikupas dengan jelas dalam Forum Diskusi dengan tema “Membedah Gagasan dan Visi Ekonomi Kreatif R.A. Kartini yang digelar di Gedung Shima Kompleks Sekretariat Daerah Jepara, Sabtu (11/5/2024).
Acara tersebut dihadiri komunitas guru penggerak, guru, mahasiswa, aktivis perempuan, perempuan pengusaha dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah.
Sedangkan dua narasumber yang dihadirkan dalam diskusi ini adalah Hadi Priyanto, penulis buku Kartini Penyulut Api Nasionalisme Indonesia serta Indria Mustika, pencipta Jepara Carnival dan Koordinator Usaha Mandiri SMKN 2 Jepara.
Diskusi tersebut dipandu oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jepara Arif Darmawan.
Menurut Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik M. Tahsin menyampaikan semangat dan cita-cita R.A. Kartini tidak pernah kendur dan kita harus meneruskan cita-cita perjuangan mulia tersebut.
“Sebagai anak-anak Kartini karena kedekatan historis dan geografisnya, kita tidak hanya memiliki pendapa dan kamar pingit yang menjadi saksi bisu, namun kemasyhuran ukiran jepara menjadi bukti perjuangan R.A. Kartini,” ujar Tahsin membacakan sambutan Pj bupati.
Ia juga menyampaikan Ibu kartini telah membentuk peradaban manusia. Sebagai ibu bangsa, patut kita meneladani semangat perjuangan R.A Kartini dan tidak hanya kita peringati dengan memakai baju kebaya ala Kartini.
“Saya berharap forum diskusi ini dapat menjadi media diskusi aktif,” harapnya.
Sementara itu, Indria Mustika menyampaikan terkait tujuh sapta nilai luhur yang dimiliki R.A. Kartini yang bisa diteladani dan diimplementasikan dalam kehidupan yaitu sikap jujur dan berakhlak mulia, emansipatif, nasionalis; kritis, kreatif, optimis, dan bersahaja.
“Wanita adalah tiang negara, kalau rusak wanita rusaklah negara, mari bersama-sama, inilah yg harus kita kuatkan dengan mendengar dan belajar tentunya,” ucap Indria.
Sementara itu, Hadi Priyanto menjelaskan berbagai andil dan peran-peran besar yang dimiliki Kartini dalam membangun negeri ini di berbagai sisi.
Di antaranya adalah pahlawan emansipasi wanita, inspirasi pemuda terpelajar, perintis pendidikan perempuan, perintis kebangkitan nasional, dan perintis persatuan.
Kemudian R.A. Kartini juga sebagai tokoh perintis ekonomi kreatif dengan ikut mengambil peran yang luar biasa kala itu dengan mengirimkan produk-produk kesenian dari Jepara kala itu dalam Pameran Karya Wanita yang digelar di Den Haag, Belanda pada Juni-September tahun 1898.
Hadi Priyanto juga berpesan jangan hanya memahami Kartini sebagai pahlawan emansipasi saja, dan gerakan spirit perjuangan kita jangan hanya dikemas dengan kebaya, sesuatu yg besar jangan hanya dikerdilkan dengan kebaya. (eko/redaksi)