Namun, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan yang harus diatasi. Mahasiswa perlu memastikan konten dakwah tetap relevan dan menarik bagi audiens muda, menghindari penyebaran misinformasi, dan menjaga etika serta privasi dalam setiap pesan yang disampaikan. Selain itu, mereka harus bersaing dengan konten hiburan yang mendominasi media sosial.
Dengan pendekatan yang bijak dan kreatif, mahasiswa dapat memaksimalkan potensi media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif. Penting bagi mereka untuk selalu memverifikasi sumber informasi, menyampaikan pesan dengan cara yang menarik dan etis, serta terus belajar dan beradaptasi dengan dinamika media sosial. Dengan demikian, media sosial dapat menjadi alat yang sangat berharga dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan di era digital ini, memperkuat komunitas, dan mendorong perubahan positif dalam masyarakat sehingga dakwah dilakukan dengan cara yang lebih modern.
Penulis : Muhammad Iqbal Saputra (Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta)