Kendal, Infojateng.id – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) (SMF) mendapatkan Dana Grant (Hibah) sebesar USD 50.000 dari World Bank (Bank Dunia) guna mendukung Build Change.
Dana hibah ini untuk mendukung inisiatif Kementerian PUPR dalam mewujudkan Indonesia Green Affordable Housing Program (IGAHP).
Tujuannya untuk mendorong keterjangkauan perumahan hijau di Indonesia bagi masyarakat berpenghasilan rendah rendah (MBR).
Konsep rumah hijau ini mulai dari penggunaan bahan bangunan yang ramah lingkungan, desain yang efisien energi, tahan perubahan iklim dan bencana.
Selain itu, akses pembiayaan dengan skema yang tepat bagi MBR.
PT SMF bekerja sama dengan BPR Nusamba Kendal, sebagai pilot project dari IGAHP, untuk menyalurkan dana hibah tersebut sebagai subsidi dalam skema Kredit Pembangunan/Peningkatan Rumah (KPPR) dan Pembiayaan Mikro Perumahan Resilien Hijau.
Kerja sama ini ditandai dengan Penandatangan Kerja Sama yang dilakukan di Kantor BPR Nusamba Cepiring, Kamis (15/8/2024).
Moment baik ini dihadiri Bambang Susanto, Direktur Utama BPR Nusamba Cepiring dan Bonai Subiakto, Direktur Keuangan dan Operasional SMF.
Turut hadir pula Haryo Bekti Martoyoedo, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, dan Mediactrich Triani, Country Manager Build Change.
Pilot Project ini merupakan rangkaian kegiatan yang sebelumnya dilakukan penandatanganan bersama BPRS Patriot Bekasi pada tanggal 12 Agustus 2024.
Calon debitur akan mendapatkan subsidi berupa potongan sebesar 20% dari jumlah plafond kredit KPPR yang diambil.
Selain melalui BPR Nusamba Cepiring, juga dapat diakses melalui BPR Syariah Patriot Kota Bekasi.
MBR sebagai calon debitur akan diberikan pendampingan dari Kementerian PUPR berupa pemberian referensi desain rumah yang mendukung konsep rumah hijau.
Selain itu juga pendampingan dalam proses pembangunan, sehingga sesuai dengan yang anggaran dan konsep rumah hijau resilien.
Direktur Keuangan dan Operasional SMF, Bonai Subiakto mengatakan, kerja sama ini menjadi tonggak dimulainya implementasi rumah hijau untuk MBR.
Penyaluran pembiayaan ini dikhususkan untuk pembiayaan mikro dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Swadaya ramah lingkungan.
“Dengan dana grant dapat meringankan angsuran bagi MBR untuk memiliki rumah yang layak, tahan bencana, dan ramah lingkungan tanpa harus terbebani dengan biaya yang terlalu tinggi,” jelasnya.
Bonai mengatakan, untuk pembangunan rumahnya akan mengacu pada pedoman Pembangunan Resilien Hijau dari Kementerian PUPR. Kualitas rumah juga diperhatikan, sehingga masyarakat dapat hidup dan tinggal dengan nyaman dan aman. “Pada akhirnya, masyarakat dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan terutama dalam pengurangan emisi,” kata Bonai.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal, Sugiono mengatakan, saat ini angka backlog di Kendal mencapai 47ribu.
Dengan adanya dana hibah ini, menurut dia, akan meningkatkan keterjangkauan bagi MBR untuk memiliki rumah yang adaptif dan tahan bencana.
“Kami sangat senang, Kabupaten Kendal terpilih untuk Pilot Project IGAHP ini, karena ini salah satu upaya dalam pengurangan angka backlog,” tutur Sugiono.
Country Manager Build Change, Mediactrich Triani berharap, dengan berpartisipasinya Build Change dalam IGAHP ini dapat membawa perubahan besar dan menstimulasi kesadaran masyarakat.
Nantinya, kata dia, pilot project ini bisa dijalankan dengan lebih besar lagi.
“Pemerintah punya target pengurangan emisi hingga 2030, sehingga diharapkan sektor perumahan turut berkontribusi di dalamnya,” ujar Triani.
Triani mengatakan, berdasarkan Climate Transparency Report 2021, sektor permukiman dan perumahan, dalam hal ini bangunan gedung, berkontribusi sebesar 3,88% atas direct emissions dan 20,72% atas indirect emissions.
Menurut IPCC 4th Assessment Report on Climate Change tahun 2007, pada tahun 2030, diperkirakan 1/3 total emisi CO2 dunia berasal dari bangunan gedung dengan penyumbang terbesar di negara-negara di Asia.
“Berdasarkan hal tersebut, maka bangunan atau gedung pada sektor perumahan di Indonesia perlu mulai menerapkan prinsip rumah hijau agar dapat mengurangi emisi CO2 dan diharapkan dapat mengurangi dampak perubahan iklim,” tandasnya. (eko/redaksi)