KUDUS – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mengingatkan masyarakat terhadap pentingnya pengamanan sampah rumah tangga dengan benar. Apalagi penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di tengah pandemi covid-19 sangat penting dilakukan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus Anik Retnowati mengatakan, mencuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan menjaga jagak (3M) harus dilakukan, apalagi saat ini pandemi. Tak hanya melaksakan 3M saja, pentingnya mengolah sampah rumah tangga juga penting dalam kesehatan.
Pasalnya, sampah rumah tangga bisa menjadi salah satu penyebaran penyakit. Untuk itu, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus terus mensosialisakan pentingnya mengolah sampah rumah tangga agar tidak menjadi salah satu penyebaran penyakit.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kudus Anik Retnowati
“Dengan memilah sampah maka akan meminimalisir penumpukan sampah serta bisa mencegah resiko penyebaran penyakit menular,” jelasnya didampingi Kasi Kesehatan Lingkungan Kesehatan Kerja Dan Olahraga pada DKK Kudus Yuni Saptorini saat di temui di tempat kerjanya beberapa waktu yang lalu.
Anik mengatakan, sosialisasi ini termasuk salah satu hal 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan masuk pada pilar keempat. Lebih lanjut, lima pilar STBM yakni Tidak BAB sembarangan, mencuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAM-RT), pengamanan sampah rumah tangga dengan benar, dan pengamanan limbah cair rumah tangga dengan benar.
Menurutnya, jika sampah rumah tangga tidak segera diolah, maka hewan melata seperti lalat hijau, kecoa, nyamuk dan masih banyak hewan yang lainnya bisa membawa penyakit terhadapat manusia.
“Sampah rumah tangga saat diolah jadi pupuk memang bau, tapi kalau tidak diolah akan ada penyakit, juga ada lalat, kecoa, nyamuk,” ucapnya.

Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga.
Tak lupa, pihaknya mengajak masyarakat dapat mengolah sendiri sampah rumah tangganya. Dengan begitu, dapat mengurangi timbulan sampah yang ada di Kabupaten Kudus.Saat ini, yang bisa dilakukan adalah dengan memilah dari sampah organik, anorganik dan residu.
Pihaknya berharap, agar tidak terjadi lagi penumpukan sampah rumah tangga, masyarakat diharapkan bisa mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos ataupun pupuk organik cair.(IJA/IJL)