Jepara, Infojateng.id — Sebuah terobosan penting dalam dunia kesehatan ibu dan anak resmi dimulai di Desa Kaligarang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Bertempat di Pos Kesehatan Desa (PKD) Kaligarang, program inovatif bertajuk Perisai Hati (Pemeriksaan Ibu Hamil Risiko Tinggi) diluncurkan, membawa harapan baru bagi keselamatan para ibu hamil di wilayah pedesaan.
Dalam kegiatan yang digelar pada Selasa, 20 Mei 2025 tersebut, sebanyak 25 ibu hamil menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi secara dini berbagai faktor risiko kehamilan. Program ini bukan hanya bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi bukti kuat kolaborasi pentahelix antara RSUD dr. Rehatta Provinsi Jawa Tengah, Puskesmas Keling 2, Pemerintah Desa Kaligarang, Karang Taruna, dan PKK.
Perisai Hati dirancang untuk mendeteksi secara sistematis faktor-faktor risiko seperti anemia, kehamilan remaja, usia kehamilan terlalu tua atau terlalu dekat jaraknya, hipertensi dalam kehamilan, hingga riwayat komplikasi obstetri. Pemeriksaan dilakukan secara terintegrasi, cepat, dan langsung ditindaklanjuti dengan edukasi serta rujukan apabila ditemukan potensi risiko tinggi.

Pemeriksaan Ibu Hamil di Desa Kaligarang Kecamatan Keling
“Perisai Hati bukan sekadar skrining, tetapi bentuk cinta dan perlindungan untuk para ibu. Ini adalah langkah konkret untuk menyelamatkan dua nyawa sekaligus — ibu dan bayi,” ujar Joko Winarno, penanggung jawab kegiatan dari RSUD dr. Rehatta.
Program ini mendukung Asta Cita pemerintah pusat dalam upaya peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Lebih dari itu, PERISAI HATI turut mewujudkan Visi Gubernur Jawa Tengah: “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, sekaligus menjadi bagian dari strategi RPJMD Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Tak hanya meningkatkan kesadaran dan pengetahuan para ibu hamil, pelaksanaan program ini juga memperkuat peran aktif masyarakat dalam menciptakan desa siaga yang tanggap terhadap risiko kehamilan. Semangat kolaborasi yang terbangun mencerminkan kekuatan gotong royong demi generasi masa depan yang lebih sehat dan kuat. (rfi/redaksi)