Boyolali, Infojateng.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waras Wiris Kabupaten Boyolali membangun Gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Hemodialisa (HD) di area rumah sakit setempat.
Pembangunan kedua gedung tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan.
Oleh karena itu, dibutuhkan infrastruktur bangunan yang memadai untuk melayani masyarakat secara maksimal.
Gedung baru tersebut diresmikan secara langsung oleh Bupati Boyolali, Agus Irawan di RSUD Waras Wiris, Rabu (30/7/2027).
Hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Boyolali, Dita Agus Irawan serta beberapa pejabat Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali.
Seusai meresmikan, Bupati Agus memberikan nama Gedung Sendang Waras, serta nama IGD Siwi RSUD Waras Wiris.
Ia menjelaskan, bahwa nama Sendang Waras memiliki arti sumber penyembuhan dan juga keseimbangan. Sedangkan Siwi merupakan anomin dari Sigap Waras Wiris, sebuah simbol pelayanan dan juga perlindungan yang sigap dan prima kepada masyarakat.
“Atas nama Pemkab Boyolali, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran RSUD Waras Wiris yang terus berbenah dan berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Agus.
Diharapkan dengan bertambahnya sarana dan prasarana di gedung yang baru mampu meningkatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat Kabupaten Boyolali.
“Semoga RSUD Waras Wiris dapat terus berinovasi dan juga dapat memberikan pelayanan yang prima, penuh empati, dan profesional kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga meminta rumah sakit ini dijadikan sebagai tempat dimana masyarakat merasa aman nyaman dan mendapat penanganan yang terbaik.
“Saya berpesan, jagalah fasilitas ini dengan baik, manfaatkan secara optimal, dan terus tingkatkan kualitas pelayanan,” ucapnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Waras Wiris Kabupaten Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong menerangkan bahwa anggaran pembangunan gedung tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023 sebesar Rp 10 Miliar, dana dari APBD Kabupaten Boyolali sebesar Rp 1,3 Miliar dan dari dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Waras Wiris Kabupaten Boyolali.
Sherly mengatakan, untuk pelayanan dialisis, dapat digunakan oleh masyarakat mulai 1 Agustus 2025.
“Pelayanan ke masyarakat, kami bisa memberikan pelayanan yang bermutu mengedepankan keselamatan pasien dan masyarakat luas, sehingga keberadaan rumah sakit ini benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat Boyolali,” ungkapnya.
Sebagai informasi, RSUD Waras Wiris Kabupaten Boyolali merupakan rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Boyolali yang berada di Desa/Kecamatan Andong. Rumah sakit Kelas C ini kini memiliki 305 karyawan dan 20 dokter spesialis. (eko/redaksi)