Pati, Infojateng.id — Menteri Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi, menegaskan bahwa program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kini telah memasuki tahap kedua, yaitu fase pengoperasian. Setelah melalui tahap awal pembentukan yang sukses membangun lebih dari 80.000 koperasi desa, kini sebanyak 406 koperasi telah mulai beroperasi secara aktif di Kabupaten Pati.
“Ini adalah tahap penting, tahap pengoperasian. Artinya, kita tidak hanya membentuk koperasi, tapi juga memastikan koperasi-koperasi ini betul-betul melayani rakyat, menjadi tulang punggung distribusi kebutuhan pokok di desa-desa,” ujar Menteri Budi Arie di hadapan pengurus dan pengawas Kopdes Merah Putih.
Menteri menekankan bahwa koperasi desa harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam menekan harga barang kebutuhan pokok. Ia memberikan contoh konkret:
“Kalau sebelumnya rakyat beli beras seharga Rp24.000, lalu dengan keberadaan koperasi bisa beli dengan harga Rp18.000, itu berarti rakyat untung. Ukurannya sederhana: jika rakyat diuntungkan, maka koperasi itu berjalan dengan benar.”
Budi Arie juga mengingatkan bahwa Kopdes Merah Putih adalah milik rakyat, sehingga pengurus dan pengawas wajib menjaga amanah dan kredibilitas program. Ia menekankan pentingnya pengawasan partisipatif berbasis keterlibatan warga desa.
“Kalau dari 80 ribu koperasi, 79.900 berhasil tapi ada satu-dua yang gagal, siapa yang malu? Ya yang gagal itu. Maka kita jaga bersama kredibilitas dan keuangan koperasi, karena ini bukan hanya program pemerintah, tapi program gerakan ekonomi rakyat,” tambahnya.
Mengenai skema pendanaan, Menteri menegaskan bahwa jaminan dana desa bukan berarti koperasi bebas salah kelola.
“Jaminan itu bukan untuk dimanfaatkan seenaknya, tapi agar koperasi dikelola dengan benar. Seperti orang pinjam uang pakai jaminan motor—kalau tidak dikembalikan, motornya hilang. Nah, begitu juga dana desa. Harus dikelola profesional agar tidak terjadi kemacetan dan penyalahgunaan,” jelas Budi Arie.
Sebagai Ketua Dewan Pengawas Ex Officio Kopdes Merah Putih, Menteri Budi mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja keras, optimis, dan menjaga kepercayaan rakyat terhadap program ini.
“Ini momentum bersama. Kita tidak tahu apakah program sebesar ini akan datang lagi. Jadi kita harus manfaatkan sebaik mungkin untuk menggerakkan ekonomi desa dan menciptakan kesejahteraan rakyat dari bawah,” pungkasnya. (one/redaksi)