Wonogiri, Infojateng.id – Kecamatan Wuryantoro menyalurkan bantuan melalui program Ratu Ceting (Orang Tua Asuh Cegah Stunting) kepada keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Mojopuro dan Desa Sumberejo, baru-baru ini.
Camat Wuryantoro, Soemardjono Fadjari menyampaikan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata upaya pemerintah kecamatan dalam menekan angka stunting di wilayahnya.
“Kegiatan ini adalah realisasi dari program Ratu Ceting yang telah kami galakkan beberapa waktu lalu. Program ini menjadi salah satu unggulan hasil kolaborasi lintas OPD di Kecamatan Wuryantoro untuk mengintervensi kasus stunting,” ujar dia.
Menurut Soemardjono, bantuan yang diberikan dalam program Ratu Ceting disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga penerima manfaat.
“Salah satunya, bantuan di Desa Sumberejo kami berikan dalam bentuk jambanisasi atau pembangunan sanitasi keluarga yang lebih sehat,” imbuhnya.
Ia juga mendorong para kepala desa dan lurah di Kecamatan Wuryantoro agar aktif dalam pendataan keluarga sasaran penerima manfaat.
Dengan data yang akurat, menurut dia, intervensi program dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Desa Sumberejo Sulardi menyatakan dukungannya terhadap program tersebut.
“Saya sangat mendukung program ini. Sasarannya jelas dan spesifik, yaitu keluarga dengan kasus stunting. Bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan warga tentu lebih tepat guna dan tepat sasaran,” kata Sulardi.
Sebagai informasi, Ratu Ceting merupakan program inisiatif TP PKK Kecamatan Wuryantoro yang bertujuan membantu penurunan angka balita stunting melalui sistem tabungan sukarela berbentuk celengan gerabah.
Celengan tersebut dibagikan kepada berbagai unsur, antara lain Kepala UPTD Puskesmas, Koordinator PKB, Ketua TP PKK Desa dan Kelurahan, Korwil Bidang Pendidikan, serta Ketua Pokja TP PKK Kecamatan Wuryantoro.
Setelah diisi dan disimpan dalam jangka waktu tertentu, dana yang terkumpul akan dibuka dan disalurkan kepada KPM sesuai kebutuhan masing-masing.
Melalui program ini, Kecamatan Wuryantoro berharap dapat memperkuat kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam mewujudkan generasi sehat tanpa stunting. (eko/redaksi)