Batang, infojateng.id – Pondok Modern Tazakka menggelar Rannah Festival 2026 bertajuk “Pesantren Melahirkan Pemimpin Bangsa, Menguatkan Kepemimpinan dengan Landasan Alquran dan As-Sunnah”.
Rannah Festival merupakan sarana pendidikan strategis bagi santri Tazakka dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai Alquran dan As-Sunnah.
Pimpinan Pondok Modern Tazakka KH Anang Rikza Masyhadi menegaskan, pesantren memiliki peran besar dalam melahirkan calon pemimpin bangsa yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
“Karenanya festival ini dirancang untuk menumbuhkan semangat literasi, memperluas wawasan keilmuan, serta menanamkan kecintaan yang mendalam terhadap Alquran dan As-Sunnah,” kata KH Anang saat ditemui di PM Tazakka, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (13/1/2026).
Rannah Festival menghadirkan beragam pameran edukatif, infografis keilmuan, serta book fair yang sarat dengan nilai intelektual.
Secara khusus, KH Anang menganjurkan seluruh santri untuk membiasakan diri membeli dan membaca buku, karena merupakan jendela ilmu dan fondasi utama dalam membangun kepemimpinan yang berwawasan luas.
Rannah Festival 2026 yang berlangsung selama tiga hari ini turut dimeriahkan dengan berbagai perlombaan edukatif yang terbagi dalam empat divisi utama, yakni Divisi Al-Qur’an, Divisi Sunnah, Divisi Literasi Bahasa, dan Divisi Gabungan.
Dikatakan dia, kegiatan festival ini memiliki urgensi tinggi dalam penguatan aspek kognitif dan akademik santri.
“Rannah Festival diharapkan dapat terus berkembang dan meningkat kualitasnya setiap tahun, sehingga mampu menjadi wahana strategis dalam memperkuat literasi keilmuan santri Tazakka,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut diresmikan pula pameran maket dan replika, meliputi Replika Pondok Modern Tazakka, Masjidil Aqsha, Masjid Nabawi, serta Rumah Rasulullah di Aula Rabithah.
KH Anang juga sempat mencoba teknologi Virtual Reality (VR) yang menghadirkan pengalaman interaktif dalam menelusuri sejarah Islam serta nilai-nilai kepemimpinan yang bersumber dari Al-Qur’an.
“Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan book fair, pameran kaligrafi, serta pameran infografis Al-Qur’an dan As-Sunnah,” ujarnya.
Beberapa perlombaan yang diselenggarakan antara lain Lomba Cerdas Cermat (LCC), Language Dubbing, Hifdzil Qur’an, hingga lomba konten TikTok bertema Al-Qur’an dan Hadis, yang dirancang untuk melatih daya pikir kritis, kreativitas, serta kemampuan komunikasi santri. (eko/redaksi)