Boyolali, infojateng.id – Peringatan Hari Desa Nasional (HDN) tahun 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Boyolali, pada Selasa (13/1/2026), memberi peluang Kota Susu untuk unjuk gigi segala potensi desa yang ada.
Salah satunya adalah Desa Wisata (Deswita) Banyuanyar, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali yang terkenal dengan kopinya.
Kedai Barendo Desa Banyuanyar menjadi lokasi acara Ngopi Bareng Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) bersama Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Menteri Desa PDT) Republik Indonesia, Yandri Susanto dan Wakil Menteri (Wamen) Ahmad Riza Patria.
Bupati Boyolali Agus Irawan menyambut hangat kehadiran Menteri Yandri beserta Wamen Ahmad di Kabupaten Boyolali.
Pihaknya memaparkan, dari 261 desa yang ada di Boyolali, Desa Banyuanyar adalah salah satu desa wisata penghasil kopi yang sudah banyak dikenal.
Bupati Agus mengatakan, meski ada pemangkasan dana desa, namun pelaksanaan program-program desa di Kabupaten Boyolali tetap berjalan dengan baik. Mulai dari makan bergizi gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) hingga sekolah rakyat yang kini sedang dalam proses.
“Semoga dengan kehadiran Pak Menteri, Pak Wamen akan memberikan dampak yang luar biasa, tentunya untuk kemajuan desa, kesejahteraan Lurah, perangkat desa, sekaligus kesejahteraan warga masyarakat di Kabupaten Boyolali,” harap Agus.
Menanggapi masalah pemangkasan dana desa karena efisiensi, Menteri Yandri mengungkapkan, Pemerintah pusat telah menjalankan program yang dapat berdampak baik bagi seluruh unsur masyarakat, yakni MBG.
Dengan adanya program MBG, setiap desa dapat memaksimalkan potensinya untuk bahan dasar makanan tersebut.
Selain MBG, KDMP juga merupakan program yang bertujuan untuk pemerataan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini berkaitan dengan perputaran ekonomi yang ada di desa.
Produk-produk yang dijual koperasi ini adalah hasil dari warga desa setempat, sehingga bisa mengurangi kesenjangan ekonomi yang ada di desa.
“Sehingga pemerataan ekonomi benar-benar terjadi dan ini bisa mengurangi pengangguran,” kata Yandri. (eko/redaksi)