Batang, infojateng.id – Pantai Ujungnegoro terus mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan di Kabupaten Batang yang merupakan salah satu bagian dari tagline destinasi “Heaven of Asia”.
Bukan sekadar hamparan pasir, pesisir utara Pulau Jawa ini menawarkan simfoni antara keindahan alam, jejak spiritual, hingga geliat ekonomi kreatif yang memikat siapa saja yang berkunjung.
Begitu menginjakkan kaki di sana, pengunjung langsung disambut suasana tenang dengan hembusan angin laut yang sejuk.
Menariknya, pemandangan laut lepas di sini memiliki karakter visual yang kontras namun ikonik: latar megah PLTU Batang.
Salah satu pengelola wisata Pantai Ujungnegoro Vidi mengatakan, pemandangan laut lepas dengan latar PLTU Batang turut menjadi ciri visual yang membedakan pantai ini dari destinasi lain di wilayah Batang.
Sebuah pemandangan unik yang kini justru menjadi magnet bagi para pemburu foto.
Tak hanya itu, tebing di pinggir pantai kini telah bertransformasi menjadi ikon visual. Dari atas tebing, estetikanya laut lepas terpampang nyata.
Bagi generasi media sosial, keberadaan ayunan di sekitar pantai menjadi spot wajib untuk mengabadikan momen senja yang syahdu,” kata Vidi saat ditemui di Pantai Ujungnegoro, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Senin (19/1/2026).
Pantai Ujungnegoro memiliki dimensi yang lebih dalam dari sekadar rekreasi. Di sini, nilai spiritualitas terasa kental dengan hadirnya Makam Syekh Maulana Maghribi.
Kehadiran wisata religi ini menjadikan Pantai Ujungnegoro tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga memiliki nilai spiritual bagi pengunjung.
“Lokasi makam yang tak jauh dari pantai membuat peziarah dari berbagai daerah kerap datang, menjadikan destinasi ini paket lengkap bagi mereka yang ingin menenangkan pikiran sekaligus batin,” jelasnya.
Bagi Anda yang menyukai tantangan, deru mesin speed boat siap membelah ombak. Hanya dengan merogoh kocek Rp25 ribu per orang, wisatawan sudah bisa menikmati sensasi menyusuri laut lepas.
Harga yang cukup terjangkau, mengingat tiket masuk kawasan pantainya sendiri hanya dipatok Rp5 ribu saja.
“Jika masyarakat ingin berkunjung bisa pesan dahulu atau reservasi ke nomor 085727028756,” ungkapnya.
Vidi juga menyampaikan, sebelum pulang, pastikan tas belanja terisi dengan “Terasi Rebon Super”. Produk olahan asli Desa Ujungnegoro ini bukan sembarang bumbu dapur.
Diolah secara tradisional, terasi ini telah menjadi identitas kuliner yang paling diburu wisatawan karena cita rasa pesisirnya yang autentik.
Dengan daya tarik yang begitu beragam, tak heran jika data menunjukkan angka kunjungan yang fantastis. Pantai Ujungnegoro mampu menarik sekitar 74 ribu pengunjung setiap tahunnya.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa perpaduan antara ikon tebing, panorama modern PLTU, wisata religi, dan ekonomi lokal telah berhasil menjadikan Ujungnegoro sebagai destinasi wisata terpadu yang tak boleh dilewatkan saat singgah di Kabupaten Batang,” pungkasnya. (eko/redaksi)