Batang, infojateng.id – Banjir disertai lumpur menerjang sejumlah fasilitas umum, seperti SD Negeri Klidang Lor yang terpaksa menerapkan pembelajaran daring bagi ratusan anak didiknya.
Untuk meminimalkan dampak banjir lumpur, para pendidik dibantu petugas pemadam menyemprotkan aliran air ke sudut-sudut ruangan untuk mengurangi tumpukan lumpur yang mulai mengering.
Menindaklanjuti laporan, Kepala Disdikbud Batang Bambang Suryantoro Sudibyo bersama jajaran langsung mengecek kondisi terkini pasca banjir lumpur menerjang sejumlah SD dan SMP.
Ia mengapresiasi kesigapan para pendidik dan petugas Damkar dalam mengurangi dampak lumpur di dalam ruang kelas.
“Alhamdulillah sudah bisa teratasi, dari pihak kecamatan dan Damkar ikut membantu membersihkan lunpur. Banjir semalam disertai lumpur menerjang SDN Karangasem 4, SDN Denasri Kulon, SDN Kasepuhan, SDN Klidang Lor dan SMPN Negeri 9,” kata Sudibyo, saat meninjau Lokasi di SDN Klidang Lor 1 Batang, Rabu (21/1/2026).
Sebanyak 1.700 siswa SD dan SMP terpaksa melakukan pembelajaran secara daring, karena apabila tetap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) langsung, dikhawatirkan mengganggu konsentrasi.
“Yang SD belajar di rumah masing-masing dan yang SMP belajar secara daring,” terangnya.
Selain mengganggu konsentrasi, juga sebagian besar rumah anak juga terendam banjir.
Sementara itu, Kepala SDN Klidang Lor 1, Amelia mengakui SD Klidang Lor menjadi langganan terdampak setiap puncak musim hujan.
Kendati demikian, banjir yang melanda tak begitu besar, sehingga tak membawa lumpur setinggi tahun 2025 silam.
“Tahun ini lumpur yang terbawa banjir itu sampai 5 sentimeter, dibandingkan tahun lalu hingga 20 sentimeter,” kata Amelia. (eko/redaksi)