Kendal, infojateng.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kendal diminta terus memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi dengan pemerintah daerah, agar pengelolaan serta pendayagunaan zakat dapat semakin optimal dan tepat sasaran.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Baznas RI Mokhamad Mahdum, saat menghadiri kegiatan tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Baznas, sekaligus Rapat Kerja Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Baznas Kabupaten Kendal, di Pendapa Tumenggung Bahurekso, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, koordinasi yang erat sangat penting, karena pemerintah daerah memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap kebutuhan masyarakat yang perlu mendapatkan bantuan.
Apresiasi disampaikan Mahdum, kepada pihak Baznas Kendal atas pertumbuhan penghimpunan zakat di Kabupaten Kendal menunjukkan tren positif yang mayoritas bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN), melalui penerapan sistem pemotongan gaji langsung atau payroll system.
“Pendapatan Baznas Kendal meningkat dan masih didominasi oleh ASN. Ini menunjukkan dukungan yang luar biasa dari Ibu Bupati dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Kendal,” kata Mahdum.
Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, kolaborasi antara Pemkab Kendal dan Baznas selama ini telah berjalan dengan baik.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung penguatan pengelolaan zakat, guna memberikan manfaat yang lebih luas bagi para mustahik di Kabupaten Kendal.
“Kami akan terus mendorong ASN dan BUMD yang belum optimal dalam menunaikan zakat, agar partisipasinya meningkat,” ujar bupati.
Dengan demikian, lanjutnya, target penerimaan dapat tercapai dan penyaluran zakat bisa memberikan kemanfaatan di berbagai bidang.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Kendal, Syamsul Huda menyampaikan, pada 2026, pihaknya menargetkan penerimaan zakat sebesar Rp13 miliar.
Dia berharap, target tersebut dapat tercapai dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Kabupaten Kendal.
“Kami berharap, ke depan dapat diperkuat melalui kebijakan, baik berupa surat edaran maupun regulasi daerah, sehingga jumlah muzakki meningkat dan para mustahik dapat lebih sejahtera, serta bertransformasi menjadi muzakki,” kata Syamsul. (eko/redaksi)