Rembang, infojateng.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang terus berjalan dan menunjukkan perkembangan signifikan.
Sejak dilaunching pada Februari 2025 hingga Januari 2026, tercatat sebanyak 104.558 penerima manfaat telah merasakan program unggulan pemerintah tersebut.
Wakil Bupati Rembang, Hanies Cholil Barro’ menyampaikan, hingga saat ini terdapat 43 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi secara aktif. Selain itu, 39 SPPG lainnya masih dalam proses persiapan.
“Sudah 43 SPPG yang beroperasi. Seluruh perizinannya lengkap dan telah mendapatkan izin operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN),” tutur Hanies, saat ditemui di kantor bupati setempat, Kamis (22/1/2026).
Disampaikan, pihaknya terus mendorong SPPG yang masih dalam tahap persiapan, agar segera dapat beroperasi.
Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan program MBG, sehingga semakin banyak pelajar di Kabupaten Rembang yang dapat merasakan manfaatnya.
“Bagi SPPG yang belum beroperasi, Pemkab akan terus mendorong agar segera bisa berjalan. Pemerataan ini penting, karena di beberapa wilayah masih ada sekolah yang sudah menerima manfaat, sementara sekolah lain belum,” ungkapnya.
Meski demikian, dia memastikan, SPPG telah tersedia di seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang, sehingga program MBG setidaknya telah dirasakan secara merata di 14 kecamatan.
Berdasarkan data Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Rembang, lanjutnya, Kecamatan Rembang menjadi wilayah dengan jumlah SPPG terbanyak, yaitu 11 SPPG. Disusul Kecamatan Lasem, Sarang, dan Kragan masing-masing lima SPPG.
Kemudian Kecamatan Sedan dan Sulang masing-masing memiliki tiga SPPG, sementara Kecamatan Kaliori, Sumber, dan Pancur masing-masing dua SPPG. Adapun lima kecamatan lainnya, masing-masing memiliki 1 SPPG.
Sebagai informasi, kuota SPPG untuk Kabupaten Rembang juga mengalami penambahan.
Jika sebelumnya kuota yang ditetapkan sebanyak 65 SPPG, kini kuota tersebut meningkat menjadi 104 SPPG, membuka peluang perluasan layanan MBG di Kabupaten Rembang ke depan. (eko/redaksi)