Cilacap, infojateng.id – Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman menegaskan pentingnya transformasi digital bagi para pendidik dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Hal tersebut disampaikan saat hadir sebagai keynote speaker dalam Seminar Guru Pendidikan Agama yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Pendidikan Agama (IGPA) Kabupaten Cilacap di Aula PGRI setempat, Kamis (22/1/2026).
Seminar bertajuk “Reskilling Pendidikan Agama Menuju Indonesia Emas: Menjembatani Kesenjangan Digital Skill Melalui Kolaborasi Forum Guru Agama Cilacap dengan Pemerintah Daerah” ini menggunakan mode bauran (In Service dan On Service).
Dalam sambutannya, Bupati Syamsul menyoroti bahwa perkembangan teknologi telah mengubah fundamental cara belajar-mengajar serta cara berinteraksi antara pendidik dan peserta didik.
Ia menekankan bahwa reskilling (pelatihan ulang kemampuan) bagi guru agama adalah sebuah keniscayaan agar tetap relevan dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Upaya reskilling dan upskilling bagi guru menjadi sebuah keniscayaan, agar kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian dapat terus relevan dengan tuntutan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan dan karakter kebangsaan,” ujar Syamsul.
Bupati juga mengapresiasi model pelatihan bauran yang diterapkan karena menurutnya, pola ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan bahwa proses peningkatan kapasitas guru tidak berhenti pada tataran teori, tetapi berlanjut pada praktik nyata di satuan pendidikan masing-masing.
Menurutnya, pendekatan ini mencerminkan praktik pembelajaran orang dewasa yang adaptif. In service sebagai ruang refleksi, peningkatan kompetensi, dan penguatan wawasan.
“Sementara On service sebagai implementasi nyata di satuan pendidikan, sehingga dampak pembelajaran dapat langsung dirasakan oleh peserta didik dan lingkungan sekolah,” lanjutnya.
Dikatakan dia, hal itu sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap untuk mendukung pembangunan bidang pendidikan sebagai salah satu prioritas daerah.
Syamsul memaparkan empat poin strategis, antara lain, peningkatan kualitas dan pemerataan layanan pendidikan, termasuk penguatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan di semua jenjang dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berlandaskan nilai-nilai moral dan budaya.
“Kemudian juga Penguatan transformasi digital di sektor pendidikan, baik melalui peningkatan literasi digital guru, pemanfaatan teknologi pembelajaran, maupun pengembangan ekosistem pendidikan yang inovatif dan inklusif serta penguatan pendidikan karakter dan keagamaan, sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, toleran, dan cinta tanah air,” paparnya.
Di akhir sambutannya, Bupati Syamsul mengajak IGPA dan forum guru lainnya untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik.
Ia berharap pendidikan agama tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menjadi pilar utama pembangunan SDM yang beriman dan berdaya saing di Cilacap.
“Pemerintah daerah terbuka untuk terus berkolaborasi dan mendukung lahirnya inovasi pembelajaran yang mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era digital,” pungkasnya. (eko/redaksi)