Jepara, infojateng.id – Persijap Jepara akhirnya kembali meraih kemenangan setelah menumbangkan PSM Makassar dengan skor 2-0 dalam laga perdana putaran kedua pecan ke-18 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (24/1/2026) malam.
Bertanding di kandang sendiri, Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Persijap tampil agresif sejak menit awal.
Hasilnya, Carlos Franca berhasil mengungguli bek lawan dalam situasi kemelut di depan gawang dan sukses menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang.
Skor 1-0 untuk keunggulan tim tuan rumah hingga wasit meniup peluit panjang tanda babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, tim berjuluk Juku Eja itu masih berupaya mencari gol pertamanya di laga ini.
Tapi, Persijap bermain sangat rapih dan menutup setiap celah yang bisa dimanfaatkan PSM untuk mencetak gol.
Di tengah upaya menyamakan kedudukan, PSM justru kembali kebobolan di menit ke-62. Yuran yang coba menguasai bola di dalam kotak penalti salah pengertian dengan kiper Reza Arya.
Kesalahan komunikasi itu dimanfaatkan Persijap Jepara untuk menggandakan skor yang dicetak oleh Iker Guarrotxena. Skor 2-0 pun bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kemenangan ini menjadi sangat penting bagi Persijap karena sekaligus mengakhiri catatan 12 laga tanpa kemenangan di kompetisi liga musim ini.
Sementara itu, kekalahan ini menjadi hasil negatif bagi PSM Makassar yang harus pulang tanpa poin dari Jepara.
Tim Juku Eja kini dituntut segera bangkit untuk menjaga peluang bersaing di papan atas klasemen.
Dengan hasil ini, Persijap menunjukkan kebangkitan performa yang signifikan, sedangkan PSM harus segera melakukan evaluasi jelang laga-laga berikutnya.
Tambahan tiga poin tersebut membuat posisi Laskar Kalinyamat naik ke peringkat 16 dengan 12 poin. Sementara, PSM masih tertahan di posisi 12 dengan 19 angka.
Sementara itu, Pelatih Persijap Divaldo Alves mengaku sebelum pertandingan merasa khawatir dengan line up yang diturunkan PSM.
Pasalnya, dua striker yang biasanya dimainkan di depan dan belakang, malam ini disejajarkan.
“Pertandingan malam ini saya rasa cukup sulit. Otomatis saat ada dua pemain depan (PSM), tentu kita harus jaga mereka,” kata Divaldo usai laga.
Selain itu, Divaldo juga ketar ketir dengan pemain depan PSM yang berpostur tinggi. Beberapa kali, PSM berupaya menyerang dengan pola bola-bola panjang.
“Para pemain kami arahkan lebih melakukan middle block. Kita tahu mereka mau long ball. Otomatis ketika kita lihat ada dua pemain depan kita mau jaga mereka. Kalau dua striker (dihadang) dua stopper itu sangat berbahaya,” ungkapnya.
Dengan mengandalkan solidnya lini tengah, Divaldo memanfaatkan pemain-pemain cepatnya. Seperti Carlos Franca atau Rendi Saepul. Buktinya, Franca bisa mencetak gol dari kemelut yang terjadi di mulut gawang PSM.
Kehadiran para pemain baru, menurut Divaldo sudah bermain cukup baik. Meskipun sebenarnya mereka baru beberapa hari bergabung dengan Persijap.
Seperti Iker Guarrotxena, meskipun baru empat hari bergabung, malam ini sudah mempersembahkan satu gol.
“Mereka belum dalam performa terbaiknya. Karena baru tiba di Jepara. Kondisi fisik mereka juga belum sepenuhnya pulih,” ungkapnya.(eko/redaksi)