Batang, infojateng.id – Memperingati Hari Gizi Nasional (HGN), Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangasem Selatan, berupaya memberikan pelayanan prima dengan selalu memperhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) di tiap menu MBG yang disajikan.
SPPG yang telah beroperasi sejak September 2025 lalu itu, setiap harinya mampu menyuplai menu MBG, yang tersebar mulai dari jenjang PAUD hingga pondok pesantren di wilayah Karangasem Selatan.
Kepala SPPG Karangasem Selatan Yafi mengatakan, menu MBG tidak hanya dinikmati para pelajar saja, namun meluas hingga kalangan 3B yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita.
Setiap harinya ada 2.400 menu MBG yang didistribusikan ke 8 sekolah dan pondok pesantren, dengan tetap dipantau oleh ahli gizi.
“Kami merancang menu selama satu periode, yakni 6 hari sekali dengan varian kering dan basah sesuai aturan Badan Gizi Nasional (BGN),” kata Yafi, saat ditemui di SPPG Karangasem Selatan, Kabupaten Batang, Rabu (28/1/2026).
Untuk menghindari kejenuhan, pihaknya mengkolaborasikan dengan menu permintaan siswa, namun dengan tetap memperhatikan nilai AKG.
“Menyikapi permintaan menu, kami tampung dari Instagram, lalu yang terbanyak baru kami penuhi sesuai kemampuan dan standar kualitas dari BGN,” tegasnya.
Salah satu penerima manfaat, Arika siswi SD Negeri Karangasem 4 mengungkapkan, selama empat bulan menikmati MBG yang berganti-ganti, bahkan seringkali sesuai dengan permintaannya.
Ia sengaja menyampaikan kepada petugas MBG, agar menu yang disajikan bervariasi.
“Pernah pesan menu dimsum, dipenuhi sama petugas MBG-nya, rasanya enak dan sesuai permintaan. Kalau bisa besok-besok menunya pesan wafel ya, karena saya suka yang manis,” ucap Arika.
Sementara itu, Pelaksa tugas (Plt) Kepala SD Negeri Karangasem 4 Siti Rikha berterima kasih atas konsistensi program MBG yang menyasar anak didiknya.
Variasi menu yang disajikan sudah beragam, hanya saja, terkadang keinginan anak yang bermacam-macam, sehingga pihak SPPG perlu memperhatikan kualitas rasanya.
“Keragaman menu dan nilai gizinya sudah baik, hanya saja kualitas rasanya perlu ditingkatkan lagi agar anak selalu menikmati menu yang disajikan,” tutur Siti.
Ahli Gizi dari RS QIM Batang Aisyah Sekar Dewi menerangkan, takaran menu untuk tiap sajian MBG harus seimbang antara karbohidrat, protein, lemak dan sayuran. Yang perlu diperhatikan adalah porsi untuk masing-masing jenjang pendidikan yang berbeda.
“Jenjang TK dan SD memerlukan 1.100 – 1.600 kalori, SMP dan SMA 1.900 – 2.100 kalori setiap harinya. Demikian pula dengan ibu hamil dan menyusui membutuhkan 2.300 – 2.600 kalori setiap harinya,” ujar Aisyah.
Menyikapi permintaan menu dari pelajar yang cenderung kekinian, Aisyah tak mempermasalahkan selama komposisi, proses pengolahan dan bahan tambahan makanan yang digunakan.
“Contohnya dimsum sepanjang bahan dasarnya ayam cincang tanpa pengawet, tidak mengapa,” tandasnya. (eko/redaksi)