Kadin Soloraya Juluki Ahmad Luthfi sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi

infojateng.id - 4 Agustus 2025
Kadin Soloraya Juluki Ahmad Luthfi sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi
Kadin se-Soloraya memberi julukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi saat Closing Ceremony SGS 2025 di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/8/2025) malam. - (infojateng.id)
|
Editor

Karanganyar, Infojateng.id –  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) se-Soloraya memberi julukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi.

Julukan tersebut disematkan setelah kesuksesan yang dicapai dalam event Soloraya Great Sale (SGS) 2025, dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,7 triliun dalam sebulan.

Ketua Kadin Surakarta sekaligus Ketua Pelaksana, Ferry S Indiarto, mengatakan, di tengah dinamika daerah yang sering bejalan sendiri-sendiri, Gubernur Ahmad Luthfi mendorong dan menyemangati untuk kerja bersama, dan menyamakan langkah untuk satu tujuan, yakni pengembangan perekonomian di wilayah.

“Tidak berlebihan kalau kami menyebut Gubernur Jawa Tengah sebagai Bapak Inisiator Aglomerasi. Kami Kadin siap di belakang Bapak saja, sebagai motor untuk menggerakkan stakeholder dunia usaha di sekitar kita,” kata Ferry saat Closing Ceremony SGS 2025 di De Tjolomadoe, Kabupaten Karanganyar, Minggu (3/8/2025) malam.

Ferry menjelaskan, SGS 2025 merupakan salah satu contoh laboratorium untuk pengembangan aglomerasi perekonomian.

Dari sebelumnya Solo Great Sale, Gubernur Ahmad Luthfi mengarahkan agar dikembangkan menjadi Soloraya Great Sale yang mencakup tujuh kabupaten/kota di eks karesidenan Surakarta.

Sebagaimana program prioritas Gubernur Jawa Tengah, yaitu membangun kerja sama lintas daerah atau aglomerasi.

“SGS 2025 mengangkat tiga sektor yaitu Trade, Tourism, dan Invesment. Ketika event itu dilaksanakan secara aglomerasi, ternyata menjadikan cara kerja baru dan perspektif baru, serta menciptakan skala perekonomian yang lebih besar. Ini sesuai dengan arahan dan program prioritas Gubernur Jawa Tengah,” jelas Ferry.

Dijelaskan, capaian SGS 2025 meliputi lebih dari 27 ribu tenant ikut serta dan menjangkau lebih dari 182 ribu pelanggan.

Frekuensi transaksi selama periode 1-31 Juli tercatat 5,4 juta, dengan nilai transaksi sebesar Rp 10,7 triliun.

Jumlah transaksi UMKM sekitar 232 ribu dengan nilai total Rp 222 miliar. Adapun transaksi di pasar tradisional sekitar 281 ribu dengan nilai total Rp 350 miliar. Selain itu juga terdapat transaksi menggunakan QRIS senilai total sekitar Rp 3,7 triliun.

Dikatakan, tantangan ke depan, termasuk bonus demografi, tidak bisa dihadapi secara parsial atau sendiri-sendiri.

Menurut Ferry, perlu menciptakan kerja sama dan kolaborasi secara utuh maka dari itu kita butuh platform yang kuat dan butuh aglomerasi. Ini harus ditopang oleh sistem dan kelembagaan serta wadah strategis agar bisa berjalan lama.

“Kami meyakini aglomerasi yang sistematis adalah instrumen pemerintah untuk memastikan dan mengoptimalkan potensi wilayah eks karesidenan secara utuh tanpa ada daerah tertinggal,” paparnya.

Wali Kota Surakarta, Respati Achmad Ardianto, menganggap, julukan Bapak Inisiator Aglomerasi itu dinilai tepat. Di mana Gubernur mampu mengkondisikan para kepala daerah.

“Ini juga sudah dibuat kelompok-kelompok kerja, salah satunya di Soloraya,” kata Respati.

Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, mengatakan, pola yang dilakukan Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi, khususnya yang sudah dilakukan di Soloraya, akan menjadi contoh dan studi kasus bagi daerah lain. Bagaimana suatu provinsi, mulai dari kota bisa melebar dan menciptakan perekonomian wilayah.

“Kadin melihat suatu provinsi atau daerah, itu paling penting adalah kepemimpinan dari pada leadernya. Saya lihat kepemimpinan Pak Gubernur sangat luar biasa, dan sangat beruntung bagi Kadin (Jateng),” kata Anindya.

Sementara Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, aglomerasi merupakan langkah untuk menghilangkan ego sektoral atau one man show karena membangun daerah, khususnya Jawa Tengah, itu perlu nafas kebersamaan.

Menurutnya, suatu daerah tidak bisa berjalan sendiri, perlu adanya konektivitas dengan daerah di sekelilingnya.

Nafas itu ia terjemahkan dalam collaborative government yang di dalamnya terdapat banyak elemen masyarakat termasuk penggerak perekonomian seperti Kadin dan pelaku usaha.

“Dalam menumbuhkembangkan ekonomi baru tidak bisa sendiri, maka 7 kabupaten/kota di Soloraya kita jadikan satu dalam Soloraya Great Sale 2025. Ini akan jadi role model dan akan kami geser sacara terus-menerus ke Pati Raya, Pekalongan Raya, Semarang Raya, dan eks karesidenan lain di Jawa Tengah,” kata dia.

Replikasi SGS 2025 di lima eks karesidenan lain se-Jawa Tengah tersebut, secara tidak langsung perputaran ekonomi bisa merata.

Gerakan aglomerasi ekonomi ini juga menjadi wacana Jawa Tengah sentral ekonomi baru. Di mana secara strategis geografis Jawa Tengah adalah pakunya Nusantara.

“Kami berkomitmen dengan seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah harus punya daya dobrak danau bersaing dengan cara melakukan investasi dari dalam negeri maupun luar negeri,” jelas Luthfi. (eko/redaksi)




Tinggalkan Komentar

Terbaru Hari Ini

Operasi Modifikasi Cuaca, Satu Ton NaCl Disemai di Perairan Utara Jateng

Operasi Modifikasi Cuaca, Satu Ton NaCl Disemai di Perairan Utara Jateng

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Mangkunegaran Diharap Pertahankan Nilai Budaya dan Wisata

Mangkunegaran Diharap Pertahankan Nilai Budaya dan Wisata

Eks Karesidenan Surakarta   Info Jateng   Seni & Budaya
Plt. Bupati Pati Salurkan Bantuan Baznas untuk Fakir Miskin

Plt. Bupati Pati Salurkan Bantuan Baznas untuk Fakir Miskin

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Perantara Sabu di Pati Dibekuk Polisi, Amankan 11,72 Gram

Perantara Sabu di Pati Dibekuk Polisi, Amankan 11,72 Gram

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Tim Trauma Healing Polres Purbalingga Ajak Anak Mengaji, Bagikan Sarung dan Kopiah

Tim Trauma Healing Polres Purbalingga Ajak Anak Mengaji, Bagikan Sarung dan Kopiah

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Bersihkan Longsor di Desa Pranten, Dua Unit Alat Berat Dikerahkan

Bersihkan Longsor di Desa Pranten, Dua Unit Alat Berat Dikerahkan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Satpolairud Pati Perluas Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Banyutowo

Satpolairud Pati Perluas Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Banyutowo

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
PAD Pariwisata Jadi Pekerjaan Rumah Besar Kabupaten Batang

PAD Pariwisata Jadi Pekerjaan Rumah Besar Kabupaten Batang

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Wisata
SPPG Polri Distribusikan MBG ke Sejumlah Sekolah Hingga Posyandu

SPPG Polri Distribusikan MBG ke Sejumlah Sekolah Hingga Posyandu

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
BPI Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir dan Longsor

BPI Salurkan Bantuan Logistik Korban Banjir dan Longsor

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Kabar Gembira! Biaya Pelunasan Ibadah Haji Turun Rp25,5 Juta 

Kabar Gembira! Biaya Pelunasan Ibadah Haji Turun Rp25,5 Juta 

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng   Info Nasional
Korban Hanyut Ditemukan Meninggal di Perairan Demak, Operasi SAR Resmi Ditutup

Korban Hanyut Ditemukan Meninggal di Perairan Demak, Operasi SAR Resmi Ditutup

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Tinjau Longsor, Wabup Batang Imbau Warga Waspada Longsor Susulan

Tinjau Longsor, Wabup Batang Imbau Warga Waspada Longsor Susulan

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Viral Temuan Kayu di Pantai Larangan, Ini Kata Perhutani

Viral Temuan Kayu di Pantai Larangan, Ini Kata Perhutani

Eks Karesidenan Pekalongan   Info Jateng
Polresta Pati Minta Ruas Jalan Pati–Tayu yang Rusak Diperbaiki

Polresta Pati Minta Ruas Jalan Pati–Tayu yang Rusak Diperbaiki

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng
Bupati Jepara Terima Kunjungan Komisi D DPRD Jawa Tengah

Bupati Jepara Terima Kunjungan Komisi D DPRD Jawa Tengah

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Bupati Jepara dan Perangkat Daerah Tandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2026

Bupati Jepara dan Perangkat Daerah Tandatangani Perjanjian Kinerja Tahun 2026

Eks Karesidenan Pati   Info Jateng   Pemerintahan
Komeng dan DPD RI Kagum Gebrakan Jateng dalam Pertanian dan Ketahanan Pangan

Komeng dan DPD RI Kagum Gebrakan Jateng dalam Pertanian dan Ketahanan Pangan

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng   Pemerintahan
Polres Purbalingga dan Bhayangkari Baksos di Dua Lokasi Bencana Alam

Polres Purbalingga dan Bhayangkari Baksos di Dua Lokasi Bencana Alam

Eks Karesidenan Banyumas   Info Jateng
Wapres Gibran dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa UKSW

Wapres Gibran dan Wagub Jateng Bangun Keakraban dengan Mahasiswa UKSW

Eks Karesidenan Semarang   Info Jateng
Close Ads X