Batang, infojateng.id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batang Ida Susilaksmi mengatakan sampai saat ini belum ditemukan kasus Super Flu di Kabupaten Batang.
Munculnya virus tersebut saat ini tengah menjadi perbincangan dan memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Virus disebabkan oleh Virus Influenza A (H3N2) Subclade K.
Virus yang pertama ditemukan tahun 1968 di Hongkong itu, memiliki ciri dan gejala yang hampir mirip seperti flu pada umumnya, hanya saja biasanya gejalanya lebih berat, lebih lama dan risiko komplikasi lebih tinggi dibandingkan dengan strain influenza lainnya.
Ida menegaskan, ada beberapa gejala yang harus dicermati, “Kalau flu biasa demamnya biasanya tidak terlalu tinggi, tapi ketika terindikasi Super Flu bisa mengalami demam tinggi lebih dari 38 ⁰C disertai batuk yang lebih lama,” kata Ida, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).
Dia juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan namun kewaspadaan terhadap penularannya perlu diperhatikan.
Disampaikan dia, virus ini lebih berisiko menular pada kelompok rentan seperti balita, lansia dan juga mereka yang mempunyai penyakit komorbid juga pada mereka yang mengalami penurunan kekebalan tubuh seperti penderita TBC, kanker, HIV, asma serta penyakit kronis lainnya.
“Antisipasinya tingkatkan imunitas tubuh, konsumsi gizi seimbang, terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, kenakan masker ketika terserang flu serta terapkan etika batuk,” tegasnya.
Langkah pencegahan lain yakni melakukan vaksinasi influenza, yang bisa diberikan terutama kepada balita dan lansia. Hanya saja saat ini vaksinasi influenza masih berbayar.
Senada, Kepala Seksi Surveilans Imunisasi dan Kejadian Luar Biasa, Khairunnisa membenarkan hingga saat ini belum ada temuan warga yang yang terjangkit Super Flu.
Hal ini karena belum dilakukan pemeriksaan spesimen secara khusus pada mereka yang mengalami flu.
“Untuk mengetahui warga yang terindikasi Super Flu, memang harus dilakukan pemeriksaan laboratorium secara khusus,” ujar Khairunnisa. (eko/redaksi)