- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
UMKM di Jateng Jadi Tulang Punggung Perekonimian

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno saat meninjau UMKM Grande yang diselengarakan di Atrium Pollux Mall Paragon, Senin (11/5/2026).
Semarang, infojateng.id – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat telah menyumbang 20 % lebih dari nilai investasi Jawa Tengah, pada tahun 2025.
"Pada tahun 2025, realisasi investasi yang
jumlahnya Rp 110 sekian triliun itu, sumbangan dari mikro kecilnya Rp 22 sekian
triliun," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, usai peninjauan UMKM
Grande oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, di Atrium Pollux
Mall Paragon, Senin (11/5/2026).
Sakina mengatakan, ketangguhan UMKM sudah terbukti.
Salah satu buktinya, pada masa Covid 19, saat ekonomi terpuruk, sektor mikro
kecil tetap stabil.
Baca Lainnya :
- Jemaah Calon Haji Boyolali Kloter 57 dan 58 Diberangkatkan ke Donohudan0
- Seruni KMP Dorong Sangiran Jadi Destinasi Edukasi Unggulan0
- Pemkab Magelang Inisiasi Program Blonjo Warung Tonggo, Ini Tujuannya0
- Laka Maut di Selogiri, Satu Pengendara Tewas di Lokasi Kejadian0
- Razia Tempat Hiburan dan Angkringan, Polisi Sita Puluhan Botol Miras0
"Ini menggambarkan bahwa mikro kecil kuat,
seattle dan stabil sebagai penopang investasi di Jawa Tengah," ujarnya.
Uniknya, ketangguhan UMKM tersebut juga merata di
semua sektor. Baik pangan, retail, dan handycraft.
Sakina berharap, pada tahun 2026, nilai investasi UMKM
akan bertumbuh. Meningkat dibandingkan tahun 2025.
Pada kesempatan tersebut, Sekda Provinsi Jawa Tengah
Sumarno mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen
(Gus Yasin), meninjau sejumlah stand UMKM Grande. Sumarno bahkan mencoba
penggunaan alat ukir kayu salah satu peserta pameran.
Salah satu pengunjung, Asnawi Hasan, sangat terkesan
dengan UMKM Grande yang digelar di tengah mal.
Dia baru saja mengikuti workshop tentang tanaman yang
diadakan dalam gelaran UMKM Grande.
"Acaranya luar biasa. Selain pameran ada
workshop, sangat bermanfaat untuk pensiunan seperti saya," kata Asnawi.
Dia mengatakan, pada usianya yang menginjak 73 tahun,
banyak hal yang dapat dilakukan agar membawa manfaat.
Usai mengikuti workshop tentang tanaman pada UMKM
Grande 2026, dia mengaku mendapatkan pengalaman baru. Menurutnya, penjelasan
yang didapat pada workshop tentang tanaman sangat lengkap.
UMKM Grande merupakan perhelatan yang mengangkat
semangat GReen, KerakyatAN, Digital, & Export.
Program ini tidak hanya menampilkan produk UMKM,
tetapi juga membawa pesan penting tentang arah pengembangan usaha kecil ke
depan.
UMKM tidak lagi cukup hanya menjual produk. Pelaku
usaha juga perlu mulai memperhatikan aspek keberlanjutan, keterlibatan ekonomi
masyarakat, pemanfaatan teknologi digital, hingga kesiapan menembus pasar yang
lebih luas.
UMKM Grande yang diadakan Kantor Perwakilan Bank
Indonesia Provinsi Jawa Tengah ini menghadirkan UMKM unggulan binaan Bank Indonesia
Jawa Tengah. Tahun ini, UMKM Grande hadir dengan semangat “Tumbuh, Tangguh, dan
Mendunia”.
Kegiatan berlangsung pada 7–11 Mei 2026 di Atrium
Pollux Mall Paragon, Semarang. (eko/redaksi)











