- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Gubernur Luthfi Kawal Aspirasi Driver Ojol Demi Kesejahteraan

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima audiensi perwakilan driver ojol roda dua dan roda empat di kantornya, Selasa (19/5/2026).
Semarang, infojateng.id - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi akan terus mengawal aspirasi dan tuntutan dari para pengendara (driver) ojek online (ojol) terkait payung hukum keberadaan mereka. Ia juga siap memperjuangkan hak dan kesejahteraan para driver ojol tersebut.
"Tidak usah khawatir. Kita akan membersamai
rekan-rekan ojol. Saya kawal aspirasinya," kata Luthfi saat menerima audiensi perwakilan driver ojol roda dua dan roda
empat di kantornya, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, driver ojol punya peran besar dalam
mendukung mobilitas masyarakat, sekalig menjadi bagian penting dari penggerak
ekonomi daerah. Karenanya, pemerintah memahami berbagai aspirasi yang muncul,
baik terkait tarif, potongan aplikasi, perlindungan sosial, maupun sejumlah
kebijakan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Baca Lainnya :
Persoalan yang dihadapi tidak hanya terjadi di Jawa
Tengah, tetapi juga oleh driver ojol di berbagai daerah di Indonesia.
"Ini leading sector-nya Kemenhub. Kita akan kawal
langsung ke sana sampai mendapatkan tanggapan langsung. Saya akan ajak
perwakilan driver ojol ikut," katanya.
Ia mengatakan, regulasi terkait driver ojol masih
dibahas. Banyak pemangku kepentingan yang perlu dilibatkan dalam pembahasan
tersebut. Mulai dari ketenagakerjaan, perindustrian, UMKM, hingga sektor
digital. Koordinasinya cukup kompleks sehingga membutuhkan waktu.
Pemerintah pusat juga membuka kemungkinan revisi
terhadap Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dengan
memasukkan pengaturan mengenai transportasi online, sehingga dapat memberikan
landasan hukum yang lebih kuat.
"Undang-undang ini masih berproses, jadi memang
membutuhkan waktu karena banyak yang terlibat. Di tingkat provinsi, SK Gubernur
yang ditandatangani Pj Gubernur akan kami buka lagi dan disesuaikan kembali
dengan aspirasi teman-teman drivel ojol," jelasnya didampingi Sekda Jateng
Sumarno.
Dalam pertemuan tersebut juga dibahas tentang rencana
aksi unjuk rasa yang akan dilakukan driver ojol di Jawa Tengah dan se-Indonesia
pada Rabu, 20 Mei 2026. Terkait hal itu,
Ahmad Luthfi berpesan agar penyampaian pendapat dan aspirasi di tempat umum
dapat dilakukan secara tertib.
Kondusivitas wilayah menjadi modal penting untuk
pembangunan dan kepercayaan investasi. Ia meminta agar jangan sampai rusuh atau
mengganggu pekerjaan driver ojol dan masyarakat lain.
"Saya sudah di belakang kalian, jadi tolong jaga
wilayah tetap kondusif," tegasnya.
Perwakilan Asosiasi Driver Online Jawa Tengah, Daniel
Puratanya, menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Ahmad Luthfi yang telah
menerima dan menampung aspirasi dari kawan-kawan driver ojol. Tuntutan dari
para driver ojol masih sama yaitu tentang payung hukum bagi transportasi
online.
"Adanya payung hukum itu, kami yang di bawah
lebih baik dan sejahtera, khususnya untuk ojol roda dua dan empat itu ada
kenaikan tarif. Ketika ada peraturan yang mengatur driver online tidak ada
kesewenang-wenangan dari perusahaan atau aplikator," ujarnya.
Ia juga mengapresiasi langkah Gubernur yang bersedia
untuk mengawal aspirasi driver ojol sampai undang-undang transportasi online
jadi. "Itu harapan kami. Kami bersyukur beliau mau mengawal kami,"
ujarnya.
Perwakilan driver ojol lainnya, Rahmat, berharap aksi
unjuk rasa yang akan diselenggarakan oleh seluruh driver ojol besok merupakan
yang terakhir. Artinya driver ojol ingin tuntutan yang selam ini disampaikan
bisa tuntas saat kepemimpinan Ahmad Luthfi sebagai Gubernur.
"Tanpa ada payung hukum tidak akan kuat. Seberapa pun daerah buat aturan, tanpa payung hukum tidak akan berjalan. Kami berharap pada kepemimpinan Ahmad Luthfi," katanya. (eko/redaksi)










