- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meninjau RSUD Margono Soekarjo, Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5/2026).
Banyumas,
infojateng.id - RSUD Margono Soekarjo Purwokerto
ditargetkan menjadi pusat layanan kesehatan atau hub kesehatan di wilayah eks
Karesidenan Banyumas. Tak hanya memperkuat layanan dasar masyarakat, rumah
sakit milik Pemprov Jateng itu juga didorong meningkatkan kontribusi terhadap
pendapatan asli daerah (PAD).
Hal itu
disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat meninjau RSUD Margono
Soekarjo, Kabupaten Banyumas, Minggu (17/5/2026). Dalam kunjungan tersebut,
gubernur didampingi Sekda Jateng, Sumarno. Keduanya usai mengikuti lari
Purwkokerto Half Marathon.
Menurut
Luthfi, pembangunan di Jawa Tengah saat ini berfokus pada penguatan layanan
dasar masyarakat, salah satunya sektor kesehatan. Karena itu, keberadaan rumah
sakit rujukan seperti RSUD Margono Soekarjo harus benar-benar mampu menjangkau
kebutuhan masyarakat hingga tingkat desa.
Baca Lainnya :
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka0
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser0
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi0
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran0
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari0
“Untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu paling dasar salah satunya
kesehatan,” kata Luthfi.
Ia
menegaskan, RSUD Margono Soekarjo ke depan harus menjadi pusat layanan
kesehatan regional dengan dukungan rumah sakit daerah maupun swasta di
sekitarnya. Kolaborasi juga perlu diperkuat dengan perguruan tinggi dan civitas
akademika, terutama dalam pengembangan tenaga dokter spesialis.
“Hub-nya itu
RSUD Margono Soekarjo, supporting-nya rumah sakit di sekitarnya. Tanpa itu, RSUD
Margono Soekarjo akan berdiri sendiri,” ujarnya.
Luthfi juga
menyoroti efektivitas program dokter spesialis keliling (Speling) yang dinilai
mampu menghadirkan layanan kesehatan langsung ke desa-desa. Menurutnya,
masyarakat akar rumput lebih membutuhkan kehadiran dokter di wilayah mereka
dibanding harus datang ke rumah sakit.
“Masyarakat
di tingkat bawah lebih mengharapkan hadirnya dokter ke kampung daripada datang
ke rumah sakit,” katanya.
Selain
memperkuat pelayanan, RSUD Margono Soekarjo sebagai Badan Layanan Umum Daerah
(BLUD) juga didorong meningkatkan kinerja pendapatan. Hingga Maret 2026,
capaian pendapatan rumah sakit tersebut baru menyentuh 26,76 persen dari target
tahunan.
“Ini harus
kita kejar, harus lebih ditingkatkan. Tentunya tanpa meninggalkan pelayanan
tingkat bawah atau basis desa,” tegasnya.
Direktur
RSUD Margono Soekarjo, Heri Dwi Purnomo, mengatakan, rumah sakit yang
dipimpinnya saat ini memiliki 2.204 karyawan. Jumlah tersebut terdiri atas 154
dokter, 847 perawat dan bidan, 519 tenaga medis lainnya, serta 683 tenaga
nonmedis.
RSUD Margono
Soekarjo juga memiliki sejumlah layanan unggulan seperti bedah saraf, layanan
jantung, uronefrologi, hingga maternal perinatal.
Sementara
hingga April 2026, jumlah layanan pasien mencapai 9.888 pasien IGD, 134.632
rawat jalan, dan 17.698 rawat inap.
“Mayoritas
pasien merupakan peserta BPJS, dengan rata-rata kunjungan rawat jalan mencapai
1.432 pasien per hari,” ungkap Heri.
Berdasarkan
asal pasien, ungkapnya, Kabupaten Banyumas mendominasi dengan 42 persen,
disusul Cilacap 16 persen, Purbalingga 13 persen, Banjarnegara 7 persen, Brebes
6 persen, serta sejumlah daerah lain di Jawa Tengah. (eko/redaksi)











