- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser

Keterangan Gambar : Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima peserta Susbanpim Angkatan VIII 2026 GP Ansor di Rumah Dinas Wagub Jateng, Gajahmungkur, Semarang, Sabtu (16/5/2026).
Semarang,
infojateng.id - Beasiswa santri yang digulirkan oleh
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih dibuka pendaftarannya hingga Juli 2026
mendatang. Hingga kini, jumlah pendaftarnya sudah mencapai 825 orang.
"Berdasarkan data, yang sudah daftar sekitar 825
orang santri baik untuk sekolah di luar negeri maupun dalam negeri,"
kata Wagub Jateng Taj Yasin Maemoen menghadiri
acara Muwaadah Pengukuhan dan Pelepasan Peserta Didik Kelas IX & XII MTS MA
Nahdlatul Muslimin, Undaan Kidul, Kabupaten Kudus Tahun Ajaran 2026, Minggu (17/5/2026).
Taj Yasin berharap, para santri yang mendapatkan
beasiswa tersebut bisa belajar dengan baik dan ilmunya bisa dimanfaatkan
setelah lulus. "Ilmunya bisa
dimanfaatkan untuk melengkapi keilmuan
yang ada di pondok pesantren," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi0
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran0
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari0
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 20260
- 6.000 Pelari Bakal Ramaikan Purwokerto Half Marathon, Ungkit Sport Tourism dan Ekonomi Lokal0
Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
melalui Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) resmi membuka
pendaftaran “Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Tahun 2026”.
Mengusung semangat “Ngopeni Nglakoni”, program ini
menawarkan bantuan biaya pendidikan yang komprehensif mulai dari jenjang vokasi
hingga doktoral (S3) di dalam maupun luar negeri.
Berdasarkan pengumuman resmi, tenggat waktu
pendaftaran beasiswa terbagi menjadi dua. Untuk beasiswa santri vokasi dan
program S1 dalam negeri, pendaftarannya 18 Februari hingga 10 Juli 2026. Adapun
tahapan seleksi akan dilangsungkan pada 13 Juli hingga 1 Agustus 2026, dan
hasilnya diumumkan pada 3 Agustus 2026.
Sementara itu, pendaftaran untuk seluruh program Luar
Negeri memiliki durasi yang lebih singkat. Pendaftaran S1 Luar Negeri, program
Double Degree, serta S1 Keislaman di Al Azhar (Mesir) dan Al Ahqof serta Imam
Syafi’i (Yaman) dibuka pada 18 Februari-13 Juni 2026.
Seleksi untuk katagori ini dijadwalkan pada 15 Juni
hingga 4 Juli 2026, disusul pengumuman pada 6 Juli 2026. Seluruh rangkaian
proses pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui gawai.
Calon pendaftar wajib mengunduh atau mengakses
aplikasi JNN (Jateng Ngopeni Nglakoni) yang tersedia di Playstore maupun
Appstore. Setelah masuk ke dalam aplikasi, pengguna cukup melalui klik banner
“Beasiswa Santri” yang ada di halaman utama.
Pendaftar diarahkan untuk membaca Petunjuk Teknis
secara saksama, lalu klik tautan pendaftaran yang berada di bagian paling bawah
halaman. Di tautan tersebut, peserta dapat mengisi formulir dan mengunggah
dokumen persyaratan kelengkapan.
Selain melalui aplikasi, dokumen Petunjuk Teknis
pendaftaran juga dapat diunduh melalui situs web resmi Pemerintah Daerah
Provinsi Jawa Tengah di www.jatengprov.go.id.
LFSP Jawa Tengah memberikan fasilitas pembiayaan yang
sangat lengkap. Bagi penerima beasiswa dalam negeri, fasilitas utama berupa
tanggungan Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara penuh hingga delapan semester.
Sedangkan bagi santri yang lolos program studi luar negeri, beasiswa akan menanggung biaya kuliah, biaya hidup, pengurusan visa, asuransi, hingga tiket pesawat pulang-pergi dari Semarang ke negara tujuan. (one/redaksi











