- Pemprov Jateng Dorong Pembangunan Dermaga Apung untuk Nelayan Bonang Demak
- PWI Pati dan KSH Bagikan Ratusan Takjil di Alun-alun, Ludes dalam Menit
- Bulog Pati Pastikan MinyaKita di Tlogowungu Tak Langka, Harga Sesuai HET
- Ketua LP Ma’arif NU Jateng Gelar Evaluasi Program dan Rencana Kerja 2026
- Stok Beras 372 Ribu Ton, Bulog Jateng Jamin Pasokan Lebaran Aman
- Polda Jateng Bongkar Pabrik Mie Berformalin di Boyolali, Produksi Hingga 1,5 Ton Sehari
- Komisi D DPRD Pati Panggil Plt. Sekretaris Disdikbud Paryanto, Narso Pilih Bungkam
- Puncak Arus Mudik Dipresdiksi pada 14-15 Maret, Waspadai Titik Lelah di Jalur Tol Trans Jawa
- Pemkab Pati Salurkan Bantuan untuk Guru Keagamaan
- Soal Tudingan Tempatkan Paryanto sebagai Mesin ATM, Begini Tanggapan Plt. Bupati Pati
Bulog Pati Pastikan MinyaKita di Tlogowungu Tak Langka, Harga Sesuai HET

Keterangan Gambar : Bulog Pati saat menyalurkan MinyaKita di Pasar Tlogowungu, Pati.
Pati, Infojateng.id - Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Pati menyalurkan minyak goreng merek MinyaKita kepada para pedagang di Pasar Tlogowungu, Jumat (13/3/2026). Penyaluran ini dilakukan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
Dalam kegiatan tersebut, pedagang pasar maupun toko yang bermitra dengan Bulog dapat membeli MinyaKita dengan harga Rp15.700 per liter untuk kemudian dijual kembali kepada masyarakat.
Pemimpin Cabang Bulog Pati, Meitha Nova Riany, mengatakan GPM digelar sebagai respons atas isu kelangkaan minyak goreng yang sempat terjadi di Kabupaten Pati, sekaligus menindaklanjuti temuan harga minyak goreng yang tidak sesuai HET di lapangan.
Baca Lainnya :
“Kami mengadakan Gerakan Pangan Murah menindaklanjuti temuan Wakil Gubernur terkait harga minyak yang mencapai Rp22.000. Setelah dicek, itu bukan MinyaKita melainkan minyak premium merek lain. Untuk MinyaKita kami salurkan melalui toko yang memiliki NIB dengan harga Rp14.500 hingga maksimal Rp15.700,” jelasnya di sela kegiatan.
Ia menambahkan, penyaluran MinyaKita dilakukan secara rutin di pasar-pasar desa agar masyarakat lebih mudah menjangkau kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Kami pastikan rutin turun ke pasar desa. Kami juga mendorong Pemkab Pati memiliki toko pengendali harga di pasar desa, sehingga Bulog bisa menyalurkan langsung. Stok MinyaKita kami pastikan aman,” ujarnya.
Meitha berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga sesuai HET melalui program yang digelar Bulog.
Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Tlogowungu, Jamiatun Nikmah, mengaku senang dengan adanya penyaluran MinyaKita dari Bulog. Menurutnya, sebelumnya harga minyak goreng sempat naik akibat keterbatasan stok.
“Sebelumnya sampai Rp18.000 per liter. Sekarang kembali Rp15.700, tentu kami senang karena bisa membantu masyarakat,” katanya.
Dalam kegiatan Gerakan Pangan Murah di Pasar Tlogowungu ini, Bulog juga menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok lainnya dengan harga sesuai HET, di antaranya beras SPHP seharga Rp57.000 per sak, MinyaKita Rp15.700 per liter, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram. (tyo/redaksi)










