- Stok Beras 372 Ribu Ton, Bulog Jateng Jamin Pasokan Lebaran Aman
- Polda Jateng Bongkar Pabrik Mie Berformalin di Boyolali, Produksi Hingga 1,5 Ton Sehari
- Komisi D DPRD Pati Panggil Plt. Sekretaris Disdikbud Paryanto, Narso Pilih Bungkam
- Puncak Arus Mudik Dipresdiksi pada 14-15 Maret, Waspadai Titik Lelah di Jalur Tol Trans Jawa
- Pemkab Pati Salurkan Bantuan untuk Guru Keagamaan
- Soal Tudingan Tempatkan Paryanto sebagai Mesin ATM, Begini Tanggapan Plt. Bupati Pati
- Sahabat Ungkap Kondisi Vidi Aldiano Sehari sebelum Meninggal, Suami Sheila Dara Sempat Demam
Soal Tudingan Tempatkan Paryanto sebagai Mesin ATM, Begini Tanggapan Plt. Bupati Pati
Paryanto Tak Tanggapi Konfirmasi Awak Media

Keterangan Gambar : Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra didampingi Plt Sekretaris Disdikbud Pati Paryanto saat diwawancarai awak media belum lama ini.(Danny Lutvi H/infojateng.di)
Pati, infojateng.id - Usai kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Pati Sudewo, dinamika pemerintahan di Kabupaten Pati menjadi sorotan sejumlah masyarakat.
Salah satunya, terkait dengan rotasi sejumlah pelaksana tugas (Plt) sekretaris dinas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Djoeang Pati, Fatkhur Rahman bahkan mendesak Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Candra agar segera mencopot jabatan Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Paryanto.
Baca Lainnya :
Menurutnya, alasan utamanya adalah Paryanto ditengarai seringkali menimbulkan kegaduhan dan ketidakstabilan di dalam instansi.
Dalam keterangannya, Fatkhur Rahman menyampaikan bahwa terdapat dugaan bahwa Paryanto akan dijadikan sebagai "mesin ATM" oleh Plt. Bupati untuk mengelola dan mengurusi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati.
Menanggapi hal itu, Plt. Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak berdasar. Menurutnya, pergantian dan rotasi sejumlah pejabat sudah melalui pertimbangan matang.
Apalagi, lanjutnya, terkait dengan tuduhan menjadikan Paryanto sebagai "mesin atm". "Pantauan KPK kok main uang, itu kan tidak masuk akal mas," tegasnya.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Disdikbud Pati Paryanto tidak merespon pesan singkat jurnalis infojateng.id saat dikonfirmasi terkait hal tersebut.(redaksi)







