Nasional

Dinas Arpus Cilacap Gelar Sarasehan Kearsipan, Bedah Sejarah Bunga Wijayakusuma

Admin Utama
Oleh Admin Utama 27 Mei 2026, 19:10:56 WIB  •  Dibaca 20 kali
Dinas Arpus Cilacap Gelar Sarasehan Kearsipan, Bedah Sejarah Bunga Wijayakusuma

Keterangan Gambar: Dinas Arpus Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Sarasehan Kearsipan dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-55 di Gedung Diklat Praja Kabupaten Cilacap, Selasa (26/5/2026). Dok. Diskominfo Cilacap

Cilacap, infojateng.id - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Sarasehan Kearsipan dalam rangka memperingati Hari Kearsipan ke-55 Tingkat Kabupaten Cilacap Tahun 2026.

Acara yang mengusung tema “Menguatkan Identitas Daerah melalui Arsip dan Sejarah untuk Generasi Masa Depan” ini digelar di Gedung Diklat Praja Kabupaten Cilacap, Selasa (26/5/2026).

Kegiatan sarasehan tersebut dihadiri oleh 65 peserta yang terdiri dari guru-guru SMP dan SMA/sederajat di Kabupaten Cilacap, komunitas pemerhati sejarah Tjilatjap History, serta sejumlah tamu undangan terkait.

Dalam laporan penyelenggara yang disampaikan oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Arsip Dinamis Dinas Arpus Cilacap, Erni Suharti, disebutkan bahwa peringatan Hari Kearsipan tahun ini merujuk pada Surat Edaran Kepala ANRI Nomor 4 Tahun 2026.

Adapun tema lokal yang diangkat diselaraskan dengan tema nasional, yaitu “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan menuju Indonesia Emas 2045”.

Erni menambahkan, sebelum puncak sarasehan hari ini, Dinas Arpus telah sukses melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan edukatif sejak tanggal 18 hingga 22 Mei 2026.

Rangkaian tersebut meliputi layanan Destinasi Wisata Arsip Ramah Anak (DEWI ASRAMA), pembagian brosur kearsipan yang dibarengi Gerakan Membaca Buku Serentak Selama 15 Menit di Alun-Alun dan Titik 0 Cilacap, serta Lomba Menyanyi Mars Kearsipan antar OPD.

“Kami berharap melalui peringatan Hari Kearsipan ini dapat semakin meningkatkan kesadaran akan pentingnya arsip sebagai bagian dari identitas daerah serta memperkuat budaya tertib arsip di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap maupun masyarakat secara luas,” ucap Erni.

Kepala Dinas Arpus Kabupaten Cilacap, Achmad Fauzi, dalam keynote speech berjudul “Peran Kearsipan Daerah dalam Menjaga Memori Kolektif dan Identitas Kabupaten Cilacap”, mengajak masyarakat mengubah paradigma lama yang memandang sebelah mata dokumen-dokumen lama yang ada.

“Selama ini kita sering menganggap arsip itu bukan sesuatu yang penting. Padahal, arsip sebenarnya berfungsi sebagai memori kolektif daerah yang merekam berbagai peristiwa penting, mulai dari sejarah, pemerintahan, pembangunan, hingga kehidupan masyarakat. Melalui arsip, generasi sekarang dapat memahami identitas dan jati diri daerah secara utuh,” kata Achmad Fauzi.

Dia menambahkan bahwa Dinas Arpus selaku lembaga kearsipan daerah berkomitmen penuh untuk mengelola, merawat, dan melestarikan arsip statis yang bernilai sejarah.

“Jika arsip sejarah ini bisa kita jaga dan kelola dengan baik, kita dapat mempelajari bagaimana para pendahulu kita di dalam kehidupannya. Kami mengharapkan saran serta masukan, karena bisa saja kejadian hari ini adalah sejarah di masa datang,” tuturnya.

Memasuki sesi diskusi yang dipandu oleh moderator Sekar Yuliati, sarasehan secara khusus membedah eksistensi Bunga Wijayakusuma yang menjadi elemen utama logo daerah.

Mengutip Buku Sejarah Cilacap tahun 1973, Sekar menjelaskan bahwa secara fisik bunga gaib penanda kewibawaan raja tersebut konon berada di Pulau Majeti, Nusakambangan.

“Bunga Wijayakusuma mengandung pesan magis dan spiritual dimana disebutkan dalam buku tersebut, Pakubuwono Ke IX (mengatakan), “Apabila seseorang akan mempunyai kewibawaan atau kekuatan lahir serta batinnya juga dianggap sah sebagai pemimpin kerajaan, petiklah Bunga Wijayakusuma di sebuah pulau karang, Pulau Majeti”, dan pesan spiritual tersebut tetap dilaksanakan,” ungkap Sekar.

Bunga Wijayakusuma, lanjut dia, juga menjadi salah satu elemen dalam logo pemerintah kabupaten Cilacap yang telah ditetapkan dalam perda kabupaten Cilacap.

Narasumber pertama, Thomas Sutasman selaku Ketua Komunitas Tjilatjap History, memaparkan materi “Perjalanan Panjang Memetik Bunga Wijayakusuma”.

Ia mengupas tuntas catatan botani serta aspek historis pencarian bunga legendaris tersebut, termasuk kisah utusan Pangeran Diponegoro dalam Babad Kedung Kebo yang mencari kembang Wijayakusuma ke ujung selatan Jawa demi menangkal keburukan dan memperoleh kemenangan.

Sementara itu, Ketua PAKASA (Paguyuban Kawula Keraton Surakarta) Wijayakusuma Kabupaten Cilacap, KRAT Rudiyanto Harsonagoro, sebagai narasumber kedua membawakan materi “Riwayat Sekar Wijayakusuma dan Kiprah Perintis Cilacap”.

Utusan Keraton Surakarta tersebut memaparkan rekam jejak sejarah berbasis serat kuno seperti Serat Poestaka Radja Purwa, termasuk mencermati peristiwa sakral pada akhir tahun 1939 ketika para utusan Keraton Surakarta dikirim oleh Sinuwun Pakubuwono XI untuk melaksanakan laku spiritual memetik kembang Wijayakusuma di Pulau Karang Bandung, Cilacap.

Melalui sarasehan sejarah berbasis arsip otentik ini, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap budaya tertib arsip semakin mengakar di lingkungan birokrasi maupun masyarakat luas.

Dengan demikian, kekayaan sejarah lokal dapat terus diselamatkan sebagai warisan pengetahuan yang tak ternilai bagi generasi penerus bangsa.

Dalam kegiatan ini dilakukan juga penyerahan penghargaan dan hadiah kepada para pemenang Lomba Menyanyi Mars Kearsipan. (eko/redaksi)

Iklan Detail Berita
Komentar Facebook
Ada 5 Komentar untuk Berita Ini

Tuliskan Komentar Anda