- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Sekda Jateng Salurkan Sapi Kurban Presiden ke Warga Rawan Banjir
Keterangan Gambar: Sekda Jawa Tengah, Sumarno menyerahkan sapi bantuan kemasyarakatan Presiden RI halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (27/5/2026).
Grobogan, infojateng.id - Suasana haru menyelimuti halaman Masjid Roudlotul Jannah, Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Rabu (27/5/2026).
Di desa yang beberapa bulan lalu diterjang banjir akibat
jebolnya tanggul Sungai Tuntang itu, warga kini berkumpul menyambut bantuan
sapi kurban dari Presiden Probowo Subianto.
Bantuan Kemasyarakatan Presiden RI berupa sapi kurban
berat 1,1 ton dan 100 paket sembako tersebut diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi
Jawa Tengah, Sumarno, mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin,
Bagi warga Tinanding, bantuan itu bukan sekadar hewan
kurban. Tetapi juga menjadi penawar duka setelah musibah banjir besar yang
sempat melumpuhkan aktivitas masyarakat dan memutus jalur provinsi
Semarang-Grobogan pada Februari 2026 lalu.
“Hari ini saya mendapat amanah menyerahkan sapi kurban
dari Bapak Presiden di Desa Tinanding. Alokasi untuk Jawa Tengah ada 36 ekor,
satu untuk provinsi dan 35 untuk kabupaten/kota,” kata Sumarno.
Ia menjelaskan, Desa Tinanding dipilih sebagai lokasi
penyaluran bantuan tingkat provinsi setelah melalui asesmen bersama pemerintah
daerah. Salah satu pertimbangannya ialah kondisi masyarakat yang baru bangkit
dari dampak bencana.
“Memang bantuan dari Presiden ini harus dipilih tempat
yang tepat. Setelah diasesmen teman-teman di Grobogan, akhirnya diputuskan di
Desa Tinanding. Mudah-mudahan ini menjadi penghibur bagi saudara-saudara kita
yang kemarin terdampak bencana,” ujarnya.
Menurut Sumarno, momentum Idul Adha harus dimaknai
lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Semangat berbagi dan kepedulian terhadap
sesama, kata dia, menjadi pesan utama yang perlu terus dihidupkan di tengah
masyarakat.
“Hari Raya Idul adha maknanya adalah bagaimana kita mengambil
ibrah tentang pengorbanan. Dalam kehidupan sehari-hari kita harus peduli
terhadap sesama, dan itu bagian dari semangat berkorban,” katanya.
Kehangatan Idul Adha terasa begitu kuat di tengah
warga Tinanding. Takmir Masjid Roudlotul Jannah, Subakir, mengaku bersyukur
desanya mendapat bantuan sapi kurban langsung dari Presiden RI. Daging kurban
tersebut rencananya dibagikan kepada 730 kepala keluarga.
“Alhamdulillah, baru kali ini Bapak Presiden
menyumbangkan sapi kurban di sini. Mudah-mudahan setelah ini Desa Tinanding
dijauhkan dari banjir,” katanya.
Namun di balik rasa syukur itu, warga masih menyimpan
kekhawatiran terhadap kondisi tanggul Sungai Tuntang yang sebelumnya jebol dan
merendam desa mereka.
Subakir berharap pemerintah dapat segera memperkuat
tanggul agar musibah serupa tidak kembali terjadi.
“Kalau ada truk besar lewat itu tanggul terasa
bergetar. Harapan kami tanggul di Desa Tinanding bisa diperkuat,” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sumarno mengatakan
Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS)
terkait penanganan tanggul karena menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Ia juga meminta masyarakat aktif melaporkan kondisi
tanggul yang rawan maupun kritis agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, Kepala Bidang Veteriner Dinas Pertanian
dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Budi Astyantoro, memastikan pengawasan
kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat menjelang Iduladha 2026.
Menurut dia, tahun ini diperkirakan terdapat
pemotongan sekitar 130 ribu ekor sapi, 130 ribu ekor domba, 300 ribu ekor
kambing, dan 3 ribu ekor kerbau di Jawa Tengah.
Pemerintah provinsi bersama dinas kabupaten/kota juga
melakukan pengawasan lalu lintas ternak di wilayah perbatasan Jawa Tengah
dengan Jawa Timur, Jawa Barat, dan DIY guna mengantisipasi masuknya penyakit
hewan.
“Kami melakukan pengecekan di lapak-lapak dan pedagang hewan kurban untuk memastikan hewan yang dijual sehat, aman, dan layak dipotong. Saat pemotongan nanti kami juga melakukan pendampingan agar daging yang dibagikan aman dikonsumsi masyarakat,” kata Budi. (eko/redaksi)










