- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Salat Id di Masjid Baitunur, Bupati Blora Ajak Doakan Jemaah Haji
Keterangan Gambar: Salat Id yang digelar di Masjid Agung Baitunur, Kabupaten Blora, Rabu (27/5/2026). Dok. Dinkominfo Blora
Blora, infojateng.id - Bupati Blora Arief Rohman mengajak jamaah Salat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Agung Baitunur Blora untuk mendoakan warga Blora yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci agar diberikan kesehatan dan kembali ke daerah sebagai haji yang mabrur dan mabrurah.
Bupati Arief
juga mendoakan masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan berhaji agar
dimudahkan menunaikan rukun Islam kelima tersebut pada masa mendatang.
Ajakan itu
disampaikan saat memberikan sambutan pada pelaksanaan Salat Id, yang diikuti
ribuan jamaah dan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah
(Forkopimda) Kabupaten Blora, tokoh agama, serta tokoh masyarakat di
Masjid Agung Baitunur Blora,
Rabu (27/5/2026).
Salat Id
dipimpin Imam KH Muharror Ali, sedangkan khotbah disampaikan Kepala Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Blora Dr H Roziqun.
Dalam
sambutannya, Bupati Arief menegaskan bahwa Iduladha bukan sekadar ritual
penyembelihan hewan kurban, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial
dan kepedulian antarsesama.
“Hari ini,
gema takbir membumbung tinggi, mengingatkan kita pada fondasi keimanan yang
kokoh dari Nabiyullah Ibrahim AS dan keikhlasan mutlak dari Ismail AS. Iduladha
bukan hanya ritual tahunan menyembelih hewan kurban, tetapi momentum besar
untuk memperkuat solidaritas sosial dan meneguhkan peran kita sebagai warga
masyarakat yang baik,” ujar Arief.
Ia
mengatakan pesan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar mengenai Iduladha sebagai
modal sosial kebersamaan sangat relevan diterapkan di Kabupaten Blora.
Karena itu,
Bupati Arief mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari aparatur sipil
negara, tokoh agama, pengusaha hingga pemuda, menjadikan ibadah kurban sebagai
pemantik gerakan sosial yang lebih luas.
“Melalui
momentum Iduladha 1447 Hijriah ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat
Blora untuk menjadikan ibadah kurban sebagai pemantik gerakan sosial yang lebih
masif,” katanya.
Sementara
itu, dalam khotbahnya, Dr H Roziqun mengingatkan bahwa makna berkurban tidak
hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan ternak, tetapi juga kerelaan
mengorbankan kepentingan pribadi demi kesejahteraan bersama.
“Berkurban
saat ini tidak hanya diartikan menyembelih sapi atau kambing, melainkan
kerelaan untuk mengorbankan ego pribadi, menyisihkan sebagian rezeki, serta
mendonasikan waktu dan tenaga demi kesejahteraan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Usai
pelaksanaan Salat, Bupati Blora Arief Rohman menyerahkan hewan kurban secara
simbolis kepada panitia Masjid Agung Baitunur Blora.
Panitia
mencatat, pada Iduladha tahun ini terdapat lima ekor sapi dan sembilan ekor
kambing yang disembelih di Masjid Agung Baitunur untuk didistribusikan kepada
masyarakat yang berhak menerima.
Sementara
itu, Wakil Bupati Blora Sri Setyorini melaksanakan Salat Id di halaman GOR
Mustika Blora bersama masyarakat. Salat dipimpin Imam Ustadz Armin Nurhartanto,
sedangkan khutbah disampaikan Ustadz Budi Sudiarso.
Dalam
sambutannya, Sri Setyorini menekankan pentingnya menjadikan Iduladha sebagai
momentum mempererat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Wabup
mengutip pesan Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar bahwa Iduladha tahun ini,
yang dirayakan serentak oleh umat Islam di Indonesia, harus menjadi modal
sosial yang kuat untuk mempererat persatuan.
“Melalui
momentum Iduladha 1447 Hijriah ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat
Blora, para aparatur sipil negara, tokoh agama, pengusaha, hingga pemuda, mari
kita jadikan ibadah qurban tahun ini sebagai pemantik gerakan sosial yang lebih
masif,” ujar Sri Setyorini.
Ia juga
mengajak masyarakat untuk memperhatikan pemerataan distribusi hewan kurban,
khususnya bagi wilayah pelosok yang masih minim penerimaan daging kurban.
“Jika di satu rukun tetangga atau desa terdapat kelebihan hewan qurban, distribusikanlah secara merata ke wilayah pelosok Blora yang masih minim hewan qurban. Jangan biarkan ada warga kita yang merayakan hari raya ini dalam kelaparan atau merasa diabaikan. Inilah esensi sejati dari Sesarengan mBangun Blora yang berlandaskan nilai-nilai kesalehan sosial,” katanya. (eko/redaksi)










