- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
29 Kasus Suspek Campak Terdeteksi di Rembang, Pemkab Perkuat Imunisasi
Keterangan Gambar: Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofi’I saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026). Dok. Dinkominfo Rembang
Rembang, infojateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang meningkatkan kewaspadaan menyusul temuan kasus suspek Campak di sejumlah wilayah.
Hingga Selasa (7/4/2026), tercatat sebanyak 29 kasus
suspek yang telah terdeteksi dan ditangani di fasilitas kesehatan.
Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Sofi’i, menyampaikan bahwa peningkatan
kasus ini sejalan dengan tren nasional.
Berdasarkan
laporan sistem kewaspadaan dini dari puskesmas dan rumah sakit, dari total 29
suspek tersebut, delapan kasus telah dinyatakan sebagai campak secara klinis.
“Kami
menerima laporan melalui sistem kewaspadaan dini, dan dari 29 suspek campak,
delapan di antaranya sudah dinyatakan klinis sebagai campak,” ujar Ali.
Ia
menjelaskan, sebaran kasus klinis tersebut berasal dari beberapa wilayah, yakni
Kecamatan Sarang, Rembang, dan Gunem.
Seluruh
kasus, baik suspek maupun yang telah terindikasi klinis, telah ditangani sesuai
prosedur, termasuk pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
“Semua kasus
sudah kami tangani sesuai SOP, termasuk pengambilan sampel darah yang dikirim
ke laboratorium provinsi. Saat ini kami masih menunggu hasil konfirmasi,”
jelasnya.
Pihaknya
menilai kondisi ini memerlukan kewaspadaan, meskipun hingga kini belum
ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Upaya pengendalian terus
dilakukan agar penyebaran dapat ditekan.
“Statusnya
memang belum KLB, namun tingkat kewaspadaan harus kita tingkatkan. Kami terus
melakukan langkah-langkah pengendalian agar kasus tidak bertambah,” tegasnya.
Sebagai
bagian dari upaya pencegahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Rembang mengimbau
masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti
menggunakan masker, menjaga etika batuk, serta rutin mencuci tangan.
Mengingat
campak merupakan penyakit yang mudah menular melalui droplet maupun udara,
langkah pencegahan menjadi penting.
Selain itu, Dinkes
juga menggencarkan program imunisasi, termasuk bagi anak-anak yang belum
mendapatkan vaksin sesuai jadwal. Kegiatan ini dilakukan melalui posyandu dan
sekolah dengan sasaran balita hingga anak usia sekolah.
“Imunisasi
menjadi langkah paling efektif dalam mencegah campak. Kami pastikan vaksin
tersedia dan diberikan secara gratis kepada masyarakat,” imbuh Ali.
Sementara
itu, Direktur RSUD Rembang, dr. Samsul Anwar, menyampaikan perkembangan
penanganan di rumah sakit. Saat ini terdapat satu pasien yang tengah menjalani
perawatan.
“Per hari
ini (Selasa, 7 April) ada satu pasien yang dirawat di RSUD. Penanganan kami
lakukan sesuai standar pelayanan yang berlaku,” ujar Samsul.
Pihak rumah
sakit juga terus melakukan pemantauan kondisi pasien serta menerapkan prosedur
penanganan sesuai protokol medis. (eko/redaksi)











