Daerah

Cegah Narkoba, BNN Luncurkan Program ANANDA Bersinar

Admin Utama
Oleh Admin Utama 17 Apr 2026, 14:21:29 WIB  •  Dibaca 56 kali
Cegah Narkoba, BNN Luncurkan Program ANANDA Bersinar

Keterangan Gambar: BNN Republik Indonesia menggelar agenda rapat kerja sinergi program stakeholder di Kantor Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Kamis (16/4/2026). Dok. Diskominfo Cilacap

Cilacap, infojateng.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menggelar agenda rapat kerja sinergi program stakeholder di Kantor Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut merupakan upaya BNN untuk  memperkuat benteng pertahanan di kawasan rawan narkoba, pentingnya pembinaan sejak dini melalui program ANANDA Bersinar guna mewujudkan Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang mandiri dan memiliki daya tangkal kuat terhadap peredaran gelap narkotika.

Plt. Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Brigjen Pol. Edi Swasono, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa salah satu pilar utama dalam memerangi narkoba adalah program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba).

Program ini difokuskan pada pembinaan karakter, edukasi intensif, serta penguatan peran pelajar sebagai pelopor lingkungan bebas narkoba.

“Narkoba saat ini sungguh luar biasa, sudah menyasar anak-anak melalui produk seperti permen dan vape. Melalui ANANDA Bersinar, kita membangun karakter anak agar memiliki daya tangkal yang kuat sejak dini,” jelas Edi.

Lebih lanjut Edi mengatakan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan Desa Bersinar, di mana masyarakat secara kolektif mampu menjaga lingkungannya tetap sehat dan produktif.

Dijelaskannya, berdasarkan hasil Indeks Kerawanan Narkoba (IKN), wilayah Kesugihan masuk dalam kriteria Waspada.

Wilayah tersebut menjadi bagian dari target intervensi terhadap 1.203 kawasan secara nasional yang diprioritaskan untuk mendapatkan pendampingan agar tidak meningkat menjadi kategori bahaya.

Edi menegaskan, menurut data prevalensi nasional yang mencapai 2,5 persen atau sekitar 4,5 juta jiwa terpapar narkoba di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Cilacap sendiri, diproyeksikan terdapat 29.526 warga yang terpapar, dengan potensi pasar gelap yang mencapai angka fantastis yakni hampir 40 miliar rupiah per bulan.

“Jika mereka pecandu yang mengonsumsi sabu 1 gram per bulan saja dengan harga 1,5 juta rupiah, maka potensi pasar di Cilacap mencapai hampir 40 miliar rupiah per bulan. Ini adalah angka fantastis yang harus kita lawan,” tegasnya.

Untuk melawan ini, BNN melakukan intervensi melalui bimbingan teknis life skill yang menyasar mantan penyalahguna, masyarakat miskin, dan kelompok rentan agar mereka mandiri secara ekonomi dan memiliki imunitas terhadap pengaruh bandar.

Dalam kesempatan tersebut, Edi mengingatkan kembali bahwa penyalahguna murni harus dipandang sebagai korban yang wajib direhabilitasi, bukan pelaku kejahatan.

BNN juga memberikan akses rehabilitasi gratis bagi warga yang melapor sukarela dan menjamin kerahasiaan identitas mereka.

Sementara itu, Plt. Bupati Cilacap, dalam sambutan yang dibacakan Kepala DPKUKM Oktriviyanto Subekti menyatakan, bahwa ekonomi kreatif dan potensi lokal menjadi senjata utama meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan rawan.

Potensi UMKM kita di Cilacap sangat besar. Jika masyarakat di kawasan rawan dilatih mengolah Jenitri atau produk pangan lokal dengan standar ekspor, kemandirian ekonomi bukan lagi sekadar impian.

Pemerintah daerah berkomitmen mendukung penuh pembentukan Desa Bersinar melalui penguatan sektor UMKM dan pendampingan legalitas usaha.

Kepala BNN Kabupaten Cilacap, Kombes Pol. Dr. Rudi Hartono, menegaskan komitmen jajarannya untuk memastikan program ini diimplementasikan secara berkelanjutan.

“Saya harapkan dari kegiatan ini kita mengambil manfaat nyata. Semoga ke depannya kegiatan-kegiatan ini bisa diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat Kesugihan dan Kabupaten Cilacap pada umumnya untuk bisa terhindar dari narkoba,” tegas Rudi.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan materi terkait penguatan desa oleh Sekdin Dispermades Kabupaten Cilacap, Amin Muhtada, yang dihadiri OPD, Forkopimcam,BUMN, BAZNAS ,PKK, perwakilan dari lembaga swasta Cilacap dan tamu undangan lainnya. (eko/redaksi)

Iklan Detail Berita
Komentar Facebook

Tuliskan Komentar Anda