- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Cegah Narkoba, BNN Luncurkan Program ANANDA Bersinar
Keterangan Gambar: BNN Republik Indonesia menggelar agenda rapat kerja sinergi program stakeholder di Kantor Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Kamis (16/4/2026). Dok. Diskominfo Cilacap
Cilacap, infojateng.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia menggelar agenda rapat kerja sinergi program stakeholder di Kantor Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan tersebut merupakan upaya BNN
untuk memperkuat benteng pertahanan di kawasan rawan narkoba, pentingnya
pembinaan sejak dini melalui program ANANDA Bersinar guna mewujudkan Desa
Bersinar (Bersih Narkoba) yang mandiri dan memiliki daya tangkal kuat terhadap
peredaran gelap narkotika.
Plt. Deputi
Pemberdayaan Masyarakat BNN RI, Brigjen Pol. Edi Swasono, pada kesempatan
tersebut menyampaikan bahwa salah satu pilar utama dalam memerangi narkoba
adalah program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak
Bersih Narkoba).
Program ini
difokuskan pada pembinaan karakter, edukasi intensif, serta penguatan peran
pelajar sebagai pelopor lingkungan bebas narkoba.
“Narkoba
saat ini sungguh luar biasa, sudah menyasar anak-anak melalui produk seperti
permen dan vape. Melalui ANANDA Bersinar, kita membangun karakter anak agar
memiliki daya tangkal yang kuat sejak dini,” jelas Edi.
Lebih lanjut
Edi mengatakan, bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya menciptakan Desa
Bersinar, di mana masyarakat secara kolektif mampu menjaga lingkungannya tetap
sehat dan produktif.
Dijelaskannya,
berdasarkan hasil Indeks Kerawanan Narkoba (IKN), wilayah Kesugihan masuk dalam
kriteria Waspada.
Wilayah tersebut
menjadi bagian dari target intervensi terhadap 1.203 kawasan secara nasional
yang diprioritaskan untuk mendapatkan pendampingan agar tidak meningkat menjadi
kategori bahaya.
Edi
menegaskan, menurut data prevalensi nasional yang mencapai 2,5 persen atau
sekitar 4,5 juta jiwa terpapar narkoba di seluruh Indonesia.
Di Kabupaten
Cilacap sendiri, diproyeksikan terdapat 29.526 warga yang terpapar, dengan
potensi pasar gelap yang mencapai angka fantastis yakni hampir 40 miliar rupiah
per bulan.
“Jika mereka
pecandu yang mengonsumsi sabu 1 gram per bulan saja dengan harga 1,5 juta
rupiah, maka potensi pasar di Cilacap mencapai hampir 40 miliar rupiah per
bulan. Ini adalah angka fantastis yang harus kita lawan,” tegasnya.
Untuk
melawan ini, BNN melakukan intervensi melalui bimbingan teknis life skill yang
menyasar mantan penyalahguna, masyarakat miskin, dan kelompok rentan agar
mereka mandiri secara ekonomi dan memiliki imunitas terhadap pengaruh bandar.
Dalam
kesempatan tersebut, Edi mengingatkan kembali bahwa penyalahguna murni harus
dipandang sebagai korban yang wajib direhabilitasi, bukan pelaku kejahatan.
BNN juga memberikan
akses rehabilitasi gratis bagi warga yang melapor sukarela dan menjamin
kerahasiaan identitas mereka.
Sementara
itu, Plt. Bupati Cilacap, dalam sambutan yang dibacakan Kepala DPKUKM Oktriviyanto
Subekti menyatakan, bahwa ekonomi kreatif dan potensi lokal menjadi senjata
utama meningkatkan kualitas hidup warga di kawasan rawan.
Potensi UMKM
kita di Cilacap sangat besar. Jika masyarakat di kawasan rawan dilatih mengolah
Jenitri atau produk pangan lokal dengan standar ekspor, kemandirian ekonomi
bukan lagi sekadar impian.
Pemerintah
daerah berkomitmen mendukung penuh pembentukan Desa Bersinar melalui penguatan
sektor UMKM dan pendampingan legalitas usaha.
Kepala BNN
Kabupaten Cilacap, Kombes Pol. Dr. Rudi Hartono, menegaskan komitmen jajarannya
untuk memastikan program ini diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Saya
harapkan dari kegiatan ini kita mengambil manfaat nyata. Semoga ke depannya
kegiatan-kegiatan ini bisa diimplementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat
Kesugihan dan Kabupaten Cilacap pada umumnya untuk bisa terhindar dari
narkoba,” tegas Rudi.
Dalam kesempatan tersebut juga
disampaikan materi terkait penguatan desa oleh Sekdin Dispermades Kabupaten
Cilacap, Amin Muhtada, yang dihadiri OPD, Forkopimcam,BUMN, BAZNAS ,PKK,
perwakilan dari lembaga swasta Cilacap dan tamu undangan lainnya. (eko/redaksi)











