- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Investasi Kabupaten Batang Tembus Rp3,88 Triliun, Jadi Magnet Investor

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Batang Margo Santosa saat ditemui di kantornya, Rabu (29/4/2026). Dok. Diskominfo Batang
Batang, infojateng.id - Realisasi investasi triwulan I tahun 2026 di Kabupaten Batang mencatatkan hasil gemilang dengan menduduki posisi nomor satu di Jawa Tengah. Nilai investasinya mencapai angka fantastis, yakni sebesar Rp3,88 triliun.
Capaian impresif ini menjadi bukti nyata
bahwa Batang kini bertransformasi menjadi magnet utama bagi para investor.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari iklim investasi yang kondusif di bawah
kepemimpinan Bupati Batang M. Faiz Kurniawan bersama Wakil Bupati Suyono.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batang Margo Santosa mengatakan, melalui
kebijakan yang mempermudah perizinan dan komitmen melayani dengan prima, Batang
berhasil memenangkan kepercayaan pasar.
Baca Lainnya :
- Wagub Jateng Taj Yasin Matangkan Persiapan MTQ Nasional 20260
- Cilacap Diharapkan Jadi Lokasi Proyek Hilirisasi Nasional0
- Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal 0
- Presiden Prabowo Kunjungi SMAN 1 Cilacap, Pantau MBG - Revitalisasi Sekolah0
- Sensus Ekonomi 2026, BPS Rembang Libatkan Pelaku Usaha Hingga Rumah Tangga0
“Berdasarkan data yang dirilis
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, total investasi sebesar
Rp3.882.105.000.000,00 tersebut disokong oleh dua pilar utama yakni, Penanaman
Modal Dalam Negeri (PMD) sebesar Rp202,6 miliar dan Penanaman Modal Asing (PMA)
yang mendominasi dengan nilai mencapai Rp3,67 triliun,” papar Margo saat
ditemui di kantornya, Rabu (29/4/2026).
Ia juga menegaskan, bahwa angka ini
barulah permulaan dari potensi besar yang tersimpan di "Bumi Alas
Roban".
“Kita memiliki Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) dan Batang Industrial Park (BIP) yang dirancang menjadi magnet investasi.
Jika potensi Rp18 triliun itu terealisasi, maka pertumbuhan ekonomi Batang akan
terdongkrak signifikan,” ujarnya.
Pemerintah daerah tidak lantas berpuas
diri. Guna mendorong realisasi investasi yang belum terlaksana, DPMPTSP terus
melakukan pendekatan intensif kepada para investor. Fokus utama saat ini
mencakup koordinasi lintas sektor, penyederhanaan perizinan, hingga percepatan
fasilitasi infrastruktur yang dibutuhkan di lapangan.
“Bahwa untuk lebih menarik investasi,
saat ini kita sedang menyusun peraturan bupati tentang petunjuk teknis
pemberian insentif dan kemudahan investasi di daerah. Perbup ini merupakan
tindak lanjut dari Perda No. 1 Tahun 2025,” katanya.
Dengan tren positif ini, ia mengaku
optimistis bahwa hingga akhir tahun, target realisasi berdasarkan Rencana Kerja
Pemerintah Daerah (RKPD) yang mencapai Rp7 triliun dapat tercapai, bahkan
terlampaui. (eko/redaksi)











