- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jateng Bidik Jadi Magnet Investasi Global Usai Gandeng Kemenlu
Keterangan Gambar: Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo saat bertemu Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur, Senin (6/4/2026).
Semarang, infojateng.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI untuk mendorong promosi potensi daerah ke tingkat global, khususnya melalui pendekatan diplomasi budaya atau soft power.
Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Subolo, menyatakan, langkah Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang aktif mempromosikan potensi daerah secara langsung kepada investor dan mitra internasional merupakan strategi yang tepat.
“Apa yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah sangat luar biasa. Kami dari Kementerian Luar Negeri akan mengakselerasi itu. Jawa Tengah memiliki segalanya, mulai dari potensi produk, budaya, hingga pariwisata,” ujar Heru usai pertemuan di Kantor Gubernur, Senin (6/4/2026).
Menurut Heru, Jawa Tengah telah memiliki fondasi kerja sama internasional melalui skema sister province dan sister city dengan berbagai wilayah di luar negeri. Infrastruktur kerja sama tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memperluas promosi dan kolaborasi global.
Dijelaskan, sinergi antara Kemenlu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan perwakilan Indonesia di luar negeri akan diperkuat, terutama dalam promosi investasi, peningkatan kapasitas (capacity building), serta pengembangan jejaring internasional.
Heru menambahkan, potensi budaya yang dimiliki Jawa Tengah menjadi instrumen penting dalam penguatan diplomasi soft power Indonesia. Melalui pendekatan ini, Indonesia diharapkan lebih dikenal dunia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya, nilai harmoni, dan peradaban yang luhur.
“Dunia perlu mengenal Indonesia bukan hanya dari kekuatan politik atau pertahanan, tetapi dari budaya yang adiluhung, harmonis, dan penuh nilai. Jawa Tengah memiliki semua itu,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyambut baik dukungan Kemenlu dalam memperkuat diplomasi soft power. Ia menilai kolaborasi ini membuka peluang besar untuk mendorong pertumbuhan investasi asing di Jawa Tengah.
Menurut Luthfi, saat ini investasi asing atau penanaman modal asing (PMA) menyumbang sekitar 58 persen dari total realisasi investasi di Jawa Tengah pada 2025.
“Ini menjadi peluang besar jika Kementerian Luar Negeri dapat menjembatani promosi investasi, baik di sektor budaya, perdagangan, maupun pariwisata,” ujarnya.
Ahmad Luthfi menegaskan, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan Kemenlu, termasuk memanfaatkan jaringan perwakilan RI di luar negeri serta diaspora Indonesia untuk memperluas pasar produk Jawa Tengah.
Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan daya saing produk, khususnya dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), di pasar global.
“Melalui Kementerian Luar Negeri, kami ingin menjembatani dengan diaspora agar produk UMKM Jawa Tengah memiliki daya dobrak lebih kuat di pasar internasional,” kata Ahmad Luthfi. (eko/redaksi)











