- Bawa Flare Hingga Miras, Puluhan Suporter Persis Solo Diamankan Polisi
- Perkuat Ketahanan Pangan, Polda Jateng Panen Raya Jagung Serentak di Boyolali
- ODGJ Lempar Batu Pengguna Jalan di Pati Diamankan Polisi
- RSUD Margono Disiapkan Jadi Pusat Layanan Kesehatan Banyumas Raya
- Info Lur! Beasiswa Santri Pemprov Jateng Masih Dibuka
- Rumah Dinas untuk Rakyat, Taj Yasin Jamu Peserta Susbanpim Banser
- Curi Motor di Laweyan Solo, Pemuda Asal Serang Banten Diringkus Polisi
- Gubernur Luthfi Blusukan ke Pasar Wage, Siapkan Revitalisasi Eks Kebakaran
- Purwokerto Half Marathon 2026, Dongkrak Ekonomi dari Ajang Lomba Lari
- Meriah, 6.000 Pelari Ikuti Purwokerto Half Marathon 2026
Jutaan Pemudik Bakal Masuk Jateng, Pasokan Pangan Dipastikan Masih Surplus

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).
Semarang, Infojateng.id— Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan pasokan pangan dalam kondisi aman, melimpah, dan terkendali meski jutaan pemudik diprediksi akan memadati wilayah ini selama musim Lebaran 2026.
Kepastian tersebut disampaikan saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jumat (6/3/2026).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari, mengungkapkan bahwa seluruh komoditas pangan strategis masih dalam kondisi surplus hingga akhir Maret 2026, bahkan dipastikan tetap aman hingga pasca-Idulfitri.
Baca Lainnya :
- Upaya Pemprov Jateng Mewujudkan Wisata Ramah Muslim0
- Pengamanan Siap, Pemudik Dipersilakan Menikmati Liburan di Jateng0
- Anak Panti dan Komunitas Difabel: “Ini Pertama Kali Kami Diundang Lebaran Bersama Pak Gubernur”0
- Gubernur Luthfi Rayakan Idulfitri Bareng Anak Panti dan Komunitas Difabel0
- 6 Juta Wisatawan Diprediksi Bakal Serbu Destinasi Jateng Selama Libur Lebaran0
“Seluruh komoditas pangan sesuai proyeksi masih surplus. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan tetap tercukupi,” tegasnya.
Data menunjukkan stok pangan Jawa Tengah sangat kuat, di antaranya:
- Beras surplus sekitar 1,5 juta ton
- Telur mencapai 135 ribu ton
- Gula pasir sekitar 54 ribu ton
- Minyak goreng tercukupi dengan stok memadai
Kondisi ini menjadi kabar baik, mengingat Jawa Tengah diperkirakan akan menerima sekitar 17 juta pemudik tahun ini—meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut tentu berdampak pada peningkatan kebutuhan pangan, namun telah diantisipasi secara matang oleh pemerintah.
“Insyaallah, sekalipun ada lonjakan kebutuhan dari pemudik, kita tetap mampu mencukupi,” imbuh Dyah optimistis.
Untuk menjaga stabilitas harga dan distribusi, Pemprov Jateng juga mengintensifkan pengawasan melalui kolaborasi lintas sektor bersama Satgas Pangan, pemerintah kabupaten/kota, hingga aparat kepolisian. Hasilnya, harga beras terpantau stabil tanpa gejolak berarti.
Meski demikian, pemerintah tetap sigap terhadap komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti cabai dan daging sapi. Berbagai langkah cepat telah dilakukan, termasuk penyaluran subsidi harga melalui BUMD Jateng Agro Berdikari (JTAB).
“Kami sudah intervensi dengan subsidi cabai sekitar tiga ton, dan akan terus berlanjut sesuai kondisi di lapangan,” jelas Dyah.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara ketersediaan stok dan keterjangkauan harga di tengah tingginya mobilitas masyarakat.
Ia meminta seluruh jajaran untuk terus menggelar operasi pasar, memperkuat Gerakan Pangan Murah, serta meningkatkan pengawasan guna mencegah penimbunan dan panic buying.
“Pastikan masyarakat mudah mendapatkan pangan dengan harga terjangkau. Jangan sampai ada permainan harga. Satgas pangan harus aktif di lapangan,” tegasnya.
Dengan langkah antisipatif dan sinergi kuat berbagai pihak, Jawa Tengah optimistis mampu menghadirkan Lebaran yang aman, nyaman, dan bebas dari kekhawatiran pangan, meski dibanjiri jutaan pemudik. (one/redaksi)











